"Dari citra satelit yang kami amati 2 hari terakhir, pemadaman Sumsel terutama di Ogan Ilir, pemadaman masih lambat. Kedua di Kalimantan Timur ada penambahan titik api," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2015).
Berdasarkan data BNPB per pukul 08.00 WIB, di Sumatera ada sekitar 502 titik api. Paling banyak ada di Sumatera Selatan, 466 titik. Untuk Kalimantan terdapat 712 titik dengan titik api terbanyak di Kalimantan Timur yakni 333 titik api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan jumlah titik api di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur tidak banyak berubah. Banyak api yang kembali muncul di wilayah yang sudah dipadamkan. Namun, ada juga titik api baru yang muncul.
"Setelah kita lihat, memang kebanyakan di wilayah perbatasan daerah. Diduga infrastruktur jalan yang masih rusak membuat patroli tidak sampai ke sana," terangnya.
Seluruh upaya terus dilakukan untuk memadamkan api di kedua pulau tersebut. Ia juga akan meminta penambahan personel dan helikopter pada Panglima TNI. Mereka diperbantukan untuk memadamkan api dan sosialisasi pada masyarat serta berpatroli mencegah kebakaran baru terjadi.
"Kita akan memperbesar kekuatan water boombing. Kita juga akan tambah heli di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur juga akan ditambah," ucapnya. (mnb/mok)











































