"Bukan hanya Soekarno yang harus kembali ditempatkan dalam sejarah sebagai baik dan proporsional, tapi ada banyak tokoh-tokoh lain. Maka jangan datang secara sepotong-sepotong dan sepihak," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2015) sore.
Dia mendorong Presiden Jokowi agar membuat identifikasi persoalan beban masa lalu yang perlu dituntaskan. Identitas seperti ini harus diinisiasi Presiden, bukan DPR. Kenapa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, bila hanya satu pihak saja yang didorong dimohonkan maaf, maka kelompok lain bisa bermunculan meminta hal serupa, misalnya persoalan PKI, korban peristiwa Tanjung Priok , Semanggi, Trisakti, dan Waduk Kedungombo.
"Maka harus komprehensif. Bangsa Indonesia, sudahlah, kita selesaikan semua kasus yang ada, kita saling berpelukan," kata Fahri. (dnu/van)











































