"Permasalahannya, siapa yang bersalah? Ini kan permasalahan agak pelik ya. Bahwa sudah diberikan gelar pahlawan nasional dan sudah jelas dipulihkan nama beliau sebagai Bapak Bangsa, itu lebih sekadar dari permintaan maaf. Tapi, sebagai bangsa, persoalan ini harus disikapi dengan cara terbaik," kata Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Dia menjelaskan bila ada dorongan permintaan maaf, maka mesti dicari persoalan yang jadi masalah. Namun, dari sejarah perlu diluruskan dan dibuktikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, ia menyarankan agar pihak pendukung pemerintah perlu mendukung kinerja Presiden Jokowi dalam program Nawacita. Ia mengingatkan pekerjaan rumah yang dihadapi pemerintah masih banyak, termasuk persoalan ekonomi.
"Janji Pak Jokowi, untuk mensejahterahkan rakyat belum terpenuhi, kan sekarang ada Nawacita. PHK sudah tinggi sekali, Anda juga tahu kan dolar terhadap rupiah juga tinggi," tuturnya.
"Saya kira dibantulah janji-janji Pak Presiden ini dulu. Bila sudah membantu melaksanakan sehingga janji-janji terpenuhi, dan suasana sudah kondusif baru bicara masa lalu," sebutnya.
(hty/tor)











































