DetikNews
Senin 05 Oktober 2015, 18:01 WIB

LBH Apik Beberkan Kisah T Menangis di Kereta, Diduga Dianiaya Anggota DPR

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
LBH Apik Beberkan Kisah T Menangis di Kereta, Diduga Dianiaya Anggota DPR Foto: wgmbh
Jakarta - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) diduga mengalami penganiayaan. PRT berinisial T itu ditemukan aktivis dari LBH APIK di gerbong kereta wanita jurusan Tanah Abang- Manggarai. T mengaku dianiaya majikannya anggota DPR, IH. Bagaimana ceritanya?

"Pengakuan korban itu, pada tanggal 30 September korban lagi ngasih makan anak pertama pelaku di area kolam renang apartemen, karena anak pertamanya ini susah ngasih makan jadi setiap diberi makan selalu dilepeh, majikannya saat itu menyuruh korban untuk buang lepehan nasi anaknya ke pinggir kolam renang," ujar tim kuasa hukum LBH Apik, Uli Pangaribuan dalam konferensi pers di kantornya Jalan Raya Tengah, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Rupanya korban selama ini tidak betah tinggal di rumah itu. Uli mengatakan, saat ketika itu korban melihat kesempatan untuk kabur. Korban pun melarikan diri dengan memanjat tembok pembatas kolam renang ke Stasiun Karet.

"Korban ditemukan oleh rekannya kami Veni yang akhirnya membantunya hingga melaporkan ke Polda dengan nomor laporan 3993/XI/2015/PMJ/Ditreskrimum pada hari itu juga," papar Uli.

Sementara anggota LBH Apik lainnya, Veni Siregar yang menemukan korban dalam perjalanan kereta jurusan Tanah Abang-Manggarai menyampaikan ketika itu kondisi korban amat memprihatinkan.

"Saya temukan korban di gerbong wanita dalam keadaan menangis, setiap kali ditanya dia selalu konsisten dengan pernyataan, ingin pulang ke mama, nggak mau balik lagi kerja, " lanjut Veni.

Veni pun mengatakan saat ditemukan korban hanya bawa satu potong pakaian. Sementara barang-barang korban disita oleh pelaku dalam hal ini terlapor IH.

"Saya melihat tubuh korban penuh luka lebam dengan kuping bengkak, akhirnya saya bawa ke unit kesehatan setelah itu saya coba komunikasikan korban," tuturnya.

Menurut keterangan korban, dia bekerja masuk pada mulai dari bulan Mei. Awalnya dia tidak pernah mendapat kekerasan.

"Sampai akhirnya sejak bulan Juli 2015, korban yang selama ini tinggal di apartemen Ascot lantai 14 bersama majikannya mulai mengalami kekerasan kalau tidak salah itu pasca lebaran kemarin korban dipukul lalu diinjak-injak dengan sepatu kemudian ditendang lengannya bahkan terlapor IH pernah mengancam akan membunuh dan menghabisi keluarga korban jika berani kabur," tandasnya.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan korban terancam tuli. Lantaran pemukulan oleh istri pelaku ke telinga korban hingga bengkak.

"Korban sering dipukul pada bagian kepala dengan menggunakan mainan anaknya hingga berdarah, telinga korban juga sering dipukul hingga kemarin dari hasil visum diketahui korban terancam tuli," tandasnya.

Anggota DPR yang dilaporkan ke polisi dari FPPP yakni Ivan Haz. Dikonfirmasi wartawan Ivan sudah membantah tudingan itu. Bahkan dia menyebut kalau yang dialami pembantunya itu karena jatuh dari tangga saat memanjat.
(edo/dra)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed