Pada Sabtu pagi (11 April 2014) Zuliana Ulfa atau Ulfa teman kos Tata, ditanyai oleh Icang yang tidak mendapat kabar dari Tata dari malam sebelumnya. Icang merupakan seseorang yang suka membelikan makanan untuk Tata.
"Malamnya saya dapat laporan kalau Dedeh enggak bisa dihubungi dari kemarin malam, terus Pak Icang ketemu saya di kosan dan tanya 'Dedeh kemana kok gak bisa dihubungi?' Kemudian saya tanya, dari kapan? Lalu dia jawab dari kemarin malam (10 April)," ucap Ulfah saat persidangan, Senin (05/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, karena Ulfah takut dengan sikap tempramen korban, maka saat itu Ulfah hanya mengetuk dengan pelan. Akan tetapi, setelah adanya laporan dari Icang bahwa Tata tidak bisa dihubungi dari semalam, ia pun berinisiatif untuk membuka kamar kos Tata dengan kunci duplikat ditemani dua anak penghuni kos.
"Karena takut terjadi sesuatu, saya dengan dua anak kosan ke kamar Tata untuk mengetuk pintu. Tapi tidak ada jawaban dari dalam, akhirnya saya buka pakai kunci duplikat ramai-ramai. Pas dibuka, (korban) terlihat berada di lantai di samping tempat tidur. Badannya ditutup bed cover, mulutnya disumbat dan rambut terurai. Saya kaget terus panggil ibu kos," ujar Ulfa.
Setelah pemilik kos datang, ia pun memanggil Oyong, seorang penjaga kos dan yang langsung melaporkannya ke polisi. (slm/mad)











































