Salah satunya adalah Azzimatun Ni'mah (22). Dia merupakan guru yang mengajar di majelis taklim dan TK milik Riyono. Azim biasa dia dipanggil, awalnya tinggal di Brebes, kota asal Riyono.
|
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau cita-cita awalnya pengen kuliah, tapi dulu itu rasanya nggak mungkin bisa kuliah nggak punya biaya. Akhirnya sekarang benar-benar impian yang jadi kenyataan," kata Azim.
Azim mengaku senang bisa kenal dengan keluarga Riyono. Apalagi dia bisa kuliah dan sekarang hanya tinggal menunggu wisuda saja Desember nanti.
"Alhamdulillah sangat senang sekali. Apalagi kuliah dan jadi guru itu impian saya dan juga orang tua saya. Otomatis bisa bahagia buat saya dan orang tua saya," ucapnya.
"Bapak sama Ibu itu yang membuat saya jadi orang yang belum jadi apa-apa sampai jadi seperti ini. Ngurusin saya seperti anak sendiri. Saya ucapkan terima kasih," ucap Azim sambil terisak tak kuasa menahan haru.
Riyono memang sengaja mencari guru dari kampungnya. Dia mencari lulusan pesantren setingkat SMA agar bisa dikuliahkan di Jakarta.
"Mereka yang lulusan pesantren di sana. Motivasi mereka ingin maju dan ditempa dengan keprihatinan supaya mereka lebih nurut ke saya. Katakanlah dari saya motivasinya kalau kamu mau jadi sarjana, pengen jadi guru dan bermanfaat, ikut saya," kata Riyono kepada detikcom di rumahnya, Rabu (30/9/2015).
PeltuRiyono |
"Mereka digaji Rp 1 juta/bulan, makan semua dari saya, tinggal juga gratis. Mereka tahunya bersih nggak usah ngeluarin biaya lagi. Mereka saya anggap seperti anak saya. Kita jadikan orang, kita didik dan diarahkan ke masa depannya. Kita nggak minta balasan apa-apa, Allah yang balas nanti," ucap Riyono.
Peltu Riyono mengajar ngaji (Foto; Rachman Haryanto/Detikfoto) |
Selain Azim, murid Riyono Cantika Alifia (14) yang masih duduk di bangku SMP ini sudah ikut mengaji sejak 4 tahun lalu. Dia merupakan anak yatim dan delapan bersaudara.
Mengaji di sini membuat Cantika bisa menang lomba membaca Alquran. Dia juga merasa lebih rajin belajar karena motivasi yang diberikan Riyono.
"Enak ngaji di sini. Kalau ada lomba-lomba bisa ikut, kayak waktu itu pernah ikut lomba di Kecamatan Cilodong. Alhamdulillah dapat juara 2, dapat piala sama piagam. Itu karena ngaji di sini. Guru-gurunya baik, nggak galak," kata dia yang bercita-cita menjadi dokter ini. (slm/mad)













































PeltuRiyono
Peltu Riyono mengajar ngaji (Foto; Rachman Haryanto/Detikfoto)