Ruhut Tolak Ikut Kunker DPR ke Italia dan Australia

Ruhut Tolak Ikut Kunker DPR ke Italia dan Australia

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 05 Okt 2015 15:41 WIB
Ruhut Tolak Ikut Kunker DPR ke Italia dan Australia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - DPR menghapus studi banding, namun tetap mempertahankan kunjungan kerja ke luar negeri. Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengomentari dengan mengungkap sejumlah rencana kunjungan kerja DPR ke luar negeri.

Ruhut menyatakan hal ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2015). Dia membedakan antara kunjungan kerja dan studi banding.

Menurutnya, "kunjungan kerja" adalah istilah yang digunakan untuk anggota DPR lintas komisi dalam Panitia Khusus (Pansus) yang mengkaji tema tertentu. Sedangkan "studi banding" adalah istilah untuk komisi-komisi DPR yang mengkaji bahasan tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pansus Merek, aku diajak ke Italia dan ke Korea (Selatan -red). Tapi itu Pansus. Kalau studi banding itu yang komisi-komisi DPR. Komisi III akan studi banding ke Sudan dan Turki," kata anggota Komisi III DPR dan anggota Pansus Merek ini.

Dia mendengar, Komisi III mengubah haluan semula akan ke Turki menjadi akan ke Australia. Dia belum ingat persis bahasan apa yang akan dilakukan Komisi III dalam lawatan itu.

Untuk Pansus Merek, Ruhut menyatakan mereka akan terbang ke Italia, rencananya pada 11 Oktober nanti. "Tanggal 11 ini," ungkap Ruhut.

Namun demikian, Ruhut menolak untuk ikut kunker Pansus Merek dan studi banding Komisi III itu. Apa alasannya?

"Aku nggak mau ikut. Pansus Merek Ketuanya Dessy Ratnasari. Komisi III juga aku tidak ikut. Karena, saya ditugasi Pak SBY sebagai Koordinator Juru Bicara (Demokrat), nanti kalau saya hilang, semua kesepian," ujar Ruhut yang memang konsisten menolak kunker DPR ke luar negeri.


Ruhut Sitompul mengungkap Pansus Merek akan kunjungan kerja ke Italia, sedangkan Komisi III akan ke Australia. (dnu/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads