Adalah Serma Nurul Huda, seorang bintara Koramil 0504-01/Tebet yang meluangkan waktunya untuk anak-anak jalanan. Ia memberi bantuan mengajar bidang fisik dan mental bagi anak-anak yang terjaring razia.
Puluhan anak-anak ini ditempatkan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya, Tebet, Jaksel. Nurul pun dimintai bantuan untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak yang mayoritas putus sekolah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Nurul hanya satu, ingin membuat anak-anak jalanan ini dapat memperbaiki diri. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan kualitas hidup dan tidak perlu kembali ke jalan tanpa masa depan yang jelas.
Ada beberapa hal yang diajarkan Nurul kepada anak-anak ini. Mulai dari baris berbaris, jasmani, dan juga kepribadian atau mental. Bukan hanya materi praktek, namun juga pelajaran teori.
"Pengarahan masalah mental, saya kasih tahu bagaimana potensi bahaya hidup di jalanan kayak apa. Awalnya memang susah tapi lama-lama mereka mau nurut," ujar Bapak 2 anak ini.
Niat Nurul mengajar anak-anak ini tulus tanpa ada keinginan untuk mendapat balas jasa. Mengajar bagi Nurul merupakan sebuah kesenangan tersendiri.
"Oh iya nggak ada gajinya di sini. Memang kadang dikasih uang bensin sama pihak panti tapi nggak, saya nggak mengharapkannya," kata Nurul.
Saat memberi pelajaran baris-berbaris, Nurul terlihat tegas tapi tidak kaku. Ia banyak berkomunikasi dengan anak-anak binaannya. Walau sesekali harus menunjukkan ketegasannya kepada anak yang 'bandel', tawa kembali terpecah saat istirahat tiba.
"Sama saya sangat nurut. Ada satu dua anak yang bandel. Kita kasih pelajaran dia cuek, bercanda sama temannya, kita pura-pura galak, mereka baru takut. Tapi waktunya istirahat kita bercanda, nyanyi-nyanyi. Jadi ada waktunya ya," tuturnya.
Serma Nurul saat membina anak-anakย (Foto: Elza/detikcom) |
Untuk bisa mengajar anak-anak ini, Nurul harus bisa membagi-bagi waktunya. Selain bertugas sebagai Babinsa Tebet Barat, ia juga harus turut mengawal program Ciliwung Bersih bersama jajaran Kodam Jaya yang lain. Rumahnya yang cukup jauh dari Tebet, yakni di Bekasi, juga tak menjadi halangan baginya untuk membina anak-anak jalanan ini.
"Karena saya peduli sama mereka, supaya mereka lebih baik. Sebenarnya anak-anak ini cerdas-cerdas. Setiap saya kasih materi mereka cepat nangkepnya," Nurul menjawab saat ditanya mengapa mau mengajar meski menambah beban kerjanya itu.
Sementara itu menurut Kepala Satuan Pelaksanaan Pembinaan Sosial PSBR Taruna Jaya, Kasiman, materi pembinaan fisik dan mental dilakukan untuk mengajarkan kedisplinan bagi anak-anak jalanan tersebut. Ini akan menjadi modalnya untuk menjalani hidup baru setelah selesai mendapat pembinaan di panti sosial itu.
"Untuk biar mereka disiplin, baik dari waktu, keterampilan, etika. Diajari Pak Nurul mereka ada perubahan walau bertahap. Anak jalanan kan biasa bebas tanpa aturan. Jadi mereka di sini dibina," jelas Kasiman di lokasi yang sama.
"Kita kasih keterampilan seperti otomotif, komputer, mengelas, servis HP. Salon atau memasak untuk yang perempuan. Nanti kita salurkan magang kerja. Kita carikan kerja setelah itu. Biasanya di sini mereka kita bina selama 8-12 bulan. Termasuk pembinaan mental dan fisik," pungkasnya.
(ear/slm)












































Serma Nurul saat membina anak-anakย (Foto: Elza/detikcom)