Pemuda tersebut meninggal setelah terjatuh saat berakrobat di arena lomba Indonesia Open Extrem Sport Championship (IOXC) ke-7 di Telkom University, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/10) lalu. Keluarga, kerabat dan sahabat kehilangan Taufan.
(Foto: Baban Gandapurnama/detikcom) |
Pada Senin siang (5/10/2015), detikcom menyambangi rumah duka di Kebon Gedang No.23, RT 9 RW 2, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Iwan Setiawan, paman Taufan, menunjukkan sejumlah bukti penghargaan yang ditorehkan sang keponakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca: Duka Ibunda Melepas Taufan BMX, Anak Tunggal Penopang Keluarga
Dia menjelaskan, Taufan sering ikut kompetisi ketangkasan BMX di Indonesia. Kemahiran Taufan memperagakan trik atraksi di atas BMX terbilang gemilang. "Dia selalu masuk tiga besar. Kebanyakannya jadi juara satu," ujar Iwan.
(Foto: Baban Gandapurnama/detikcom) |
Sederet kenangan prestasi yang tertera dalam medali dan piagam itu antara lain Wimcycle BMX Local Heroes 1 Street Park Junior (15 Juli 2012 di Cilegon-Banten), Juara II Junior Open BMX Competition In Ramadan (4 Agustus 2012 di Garut), Juara I Junior Street BMX Competition (4 November 2012 di Gedung Doro) dan Juara III Street Park Junior (3 Mei 2015 di Purwakarta).
"Taufan itu sangat membanggakan," ucap Iwan. (bbn/try)











































(Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
(Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)