Insiden tragis itu merenggut nyawa Taufan pada Sabtu (3/10) lalu. IOXC ke-7 dihelat di kampus Telkom University, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Keluarga, kerabat dan rekan tak menyangka rider BMX asal Bandung tersebut pergi selamanya.
Sepak terjang Taufan menggeluti olahraga ekstrem didukung keluarga. Bakat Taufan berakrobat di atas sepeda sudah nampak sejak sekolah dasar (SD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan menuturkan, siswa kelas tiga SMK Merdeka Bandung tersebut mulai serius mengikuti kompetisi ketangkasan sepeda pada 2012. Taufan sukses unjuk gigi memperagakan kemahirannya yang kerap diacungi jempol para rider BMX. Prestasi diraihnya seabreg.
Rumah Duka Keluarga Taufan (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom) |
Selain terampil secara otodidak, Taufan ini ikut berlatih dengan komunitas BMX di Bandung. "Dia pernah lomba BMX di Bandung, Bali, Jakarta dan Purwakarta," ucap Iwan.
Menurut Iwan, selama ini keluarga sering melihat trik akrobat Taufan saat berlomba di Bandung. Namun ibu dan sanak saudaranya sengaja tak mendekat.
"Kami diam-diam datang ke acara lomba. Lihatnya dari kejauhan. Taufan pernah bilang jangan ngelihat lomba, soalnya nanti grogi," ucap Iwan mengenang.
Pada Sabtu (3/10) lalu, Iwan melanjutkan, ibu kandung Taufan, Ika Kartini (48), berniat menyaksikan penampilan Taufan. "Kami sudah mau pergi, tapi mendadak enggak jadi," kata Iwan.
Keluarga besar kehilangan sosok Taufan. Begitupun pegiat BMX di Indonesia. Taufan merupakan talenta yang banyak meninggalkan kenangan manis tak terlupakan. Kini aksi atraksi Taufan hanya bisa ditengok dalam foto dan video yang diunggahnya via sosial media. (bbn/try)












































Rumah Duka Keluarga Taufan (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)