Prajurit TNI Tak Cuma Sigap Beladiri tapi Juga Luwes Menari, Begini Aksinya

Prajurit TNI Tak Cuma Sigap Beladiri tapi Juga Luwes Menari, Begini Aksinya

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 05 Okt 2015 13:22 WIB
Prajurit TNI Tak Cuma Sigap Beladiri tapi Juga Luwes Menari, Begini Aksinya
Foto: Agus Setyadi
Banda Aceh - Ratusan prajurit TNI dari tiga matra menampilkan tarian tradisional Aceh saat merayakan HUT TNI ke-70 di Blang Padang, Banda Aceh. Mereka mengenakan seragam loreng lengkap dengan baret kesatuan masing-masing.

Pantauan detikcom, Senin (5/10/2015), ratusan prajurit TNI ini menampilkan tarian Likok Pulo, sebuah tarian tradisional asal Aceh, Senin (5/10/2015). Mereka duduk di atas rumput membentuk saf. Para prajurit yang biasa akrab dengan senjata ini ternyata tidak canggung saat menari.

Mereka menampilkan gerakan mengikuti irama lagu. Gerakan dalam tari tersebut hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan, dan kepala. Tarian itu juga diikuti oleh puluhan perempuan yang duduk di bagian depan. Selain itu, sejumlah prajurit TNI lain terlihat berlari-lari di belakang penari sambil membawa bendera merah putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tepuk tangan penonton membahana saat mereka mengakhiri tarian dengan serentak. Usai itu, para prajurit ini mendekat ke panggung kehormatan sambil membawa spanduk yang bertuliskan Dirgahayu TNI ke 70. Pangdam Iskandar Muda, Mayjend TNI Agus Kriswanto kemudian menemui para penari.

(Foto: Agus Setyadi/detikcom)

Di sana, mereka menyanyikan mars TNI secara bersama-sama. Pangdam berdiri di tengah spanduk sementara prajurit berbaris rapi di belakang. Selain Pangdam, juga ada Danlanud dan Danlanal.

Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Agus Kriswanto, mengatakan, di HUT ke-70 ini prajurit TNI harus tetap memiliki semangat juang yang tinggi, profesionalisme, dan mampu mempertahankan wilayah NKRI.

TNI ke depan akan terus membantu program pemerintah yang berpihak kepada rakyat seperti swasembada pangan. Ia juga melarang keras prajurit TNI berbuat kasar apalagi menyakiti hati masyarakat.

"TNI tidak boleh menyakiti rakyat. Kita dapat pahala jika berbuat baik terhadap rakyat," kata Pangdam kepada wartawan.

(Foto: Agus Setyadi/detikcom)

Menurutnya, dalam bertugas TNI selalu memberikan prioritas kepada masyarakat. Jika ada warga yang mengalami kesulitan, jelasnya, prajurit TNI akan membantu.

"Peran TNI selaku pendeteksi dini dan selalu bekerja dengan rakyat. Jika ada potensi gangguan, TNI harus turun," ungkapnya.

Pada perayaan HUT tersebut, TNI juga memberikan nasi tumpeng kepada prajurit berprestasi dan termuda. Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada instansi yang sukses dalam program swasembada pangan. (try/try)


Berita Terkait