BNPB: Sebulan Berlalu, Kabut Asap di Sumatera Selatan Meluas

BNPB: Sebulan Berlalu, Kabut Asap di Sumatera Selatan Meluas

M Iqbal - detikNews
Minggu, 04 Okt 2015 19:15 WIB
BNPB: Sebulan Berlalu, Kabut Asap di Sumatera Selatan Meluas
Kabut Asap di Palembang (Foto: Ezra /pembaca)
Jakarta - Bencana asap akibat hutan dan lahan yang dibakar di Sumatera dan Kalimantan belum dapat diatasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, asap justru meluas untuk wilayah Sumatera Selatan.

"Pantauan Satelit Terra Aqua dari NASA pada Minggu (4/10) tercatat 1.820 titik, yaitu di Sumatera 1.563 titik dan di Kalimantan 257 titik," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (4/20/2015).

Secara rinci, jumlah titik asap di Sumatera yaitu terbanyak di Sumsel 1.340 titik, Jambi 131 titik, Lampung 57 titik, Babel 22 titik, Riau 9 titik, dan Kepri 1 titik. Lalu di Kalimantan, yaitu Kalteng 108 titik, Kalsel 71 titik, Kalbar 51 titik, dan Kaltim 27 titik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari satu bulan hotspot di Sumsel belum juga dapat dipadamkan. Konsentrasi hotspot di Sumsel ini terdapat di perkebunan dan hutan tanaman industri di Kab. Ogan Komering Ilir," papar Sutopo.

"1.340 titik panas kepung Sumatera Selatan, asap meluas," tegasnya.

Pantauan satelit dari NASA, terlihat dengan jelas asap tebal diproduksi dari Kabupaten OKI dan Musi Banyuasin yang terbawa angin ke arah barat laut-utara, sehingga menambah kepekatan asap di Jambi dan Riau.

Bahkan asap ini menyebar ke wilayah Malaysia pada hari ini. Sementara di Kalimantan, asap masih mengepung Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

"Jarak pandang pendek menyebabkan penerbangan terganggu," ungkap Sutopo.

Jarak pandang hari ini pukul 17.00 WIB di Pekanbaru 500 m, Jambi 500 m, Palembang 700 m, Ketapang 800 m, Sintang 400 m, Pontianak 1.000 m, dan Palangkaraya 100 m. Kualitas udara dari ISPU juga menunjukkan level Tidak Sehat hingga Berbahaya.

Udara di Pekanbaru 380 ugr/m3 (Berbahaya), Jambi 504 (Berbahaya), Palembang 391 (Berbahaya), Palangkaraya 983 (Berbahaya), Medan 166 (Tidak Sehat), dan Pontianak (275 (Sangat Tidak Sehat).

Untuk mengatasi hal ini, BNPB mengerahkan 7 helikopter dan pesawat water bombing, serta 1 pesawat Casa hujan buatan di Sumsel. 1.594 personel TNI dan Polri dari Jakarta pun dikirim ke Sumsel untuk memperkuat satgas darat di Sumsel.

"Sehingga total 3.694 personel gabungan memadamkan api di darat. Langkanya awan potensial di Sumsel menyebabkan hujan buatan belum optimal," tuturnya.

"Beberapa helicopter water bombing akan dipindahkan homebase-nya ke OKI dan Muba untuk memudahkan pemadaman," imbuh Sutopo.

(bal/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini