Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto dalam desain tersebut gedung B yang terbakar akan digabung dengan gedung A atau gedung utama. Sehingga pembangunan akan dilakukan total. Sedangkan gedung Direktorat lainnya tidak akan dirombak.
"Jadi gedung yang terbakar dirubuhkan, gedung utamanya juga dirubuhkan. Dirombak total," kata Liliek, Minggu (4/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inginnya enam lantai, gedung A dan B jadi satu. Nanti bagian depan itu didak, bagian bawah tempat parkir, lapangan ditinggikan. Jadi tempat parkirnya luas sehingga tidak ada lagi yang parkir di Jalan Pahlawan," terangnya.
Konsep bangunan baru tersebut sudah ada sejak kepemimpinan Kapolda sebelum Irjen Pol Nur Ali, sehingga pasca kebakaran, desain tersebut langsung bisa dipaparkan.
"Ini sudah ada sejak jamannya pak Dwi Priyatno. Ini sudah dipaparkan ke Kapolda (Irjen Pol Nur Ali). Kalau desain sudah oke, berikutnya diusulkan ke Presiden," tandasnya.
Terkait anggaran yang diperlukan untuk pembangunan gedung baru, Liliek mengatakan pihaknya belum bisa memastikan. Namun jika dilihat dari gedung-gedung berkonsep serupa, dimungkinkan menyentuh angka Rp 100 milyar.
"Kan banyak itu sekarang gedung-gedung yang (konsepnya) sama di Semarang. Ada parkir di bawahnya. Ya mungkin Rp 100 millyar minimal," pungkas Liliek.
Diketahui gedung B dan aula Mapolda Jawa Tengah ludes terbakar. Lima satker yang menempati gedung tersebut kini terpaksa mengungsi agar pelayanan tetap berjalan. Gedung sementara yang digunakan masih milik Polda Jateng sendiri dan belum menempati gedung-gedung Pemprov Jateng yang sudah ditawarkan sebelumnya.
Untuk sementara Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Jateng akan menggunakan gedung Sabhara di kompleks Polsek Gajahmungkur Semarang. Sedangkan, Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda) Polda Jateng menggunakan gedung di kompleks Rumah Sakit Bhayangkara.
Kemudian bagian keuangan memanfaatkan aula Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, sementara Biro Perencanaan dan Biro Sumber Daya Manusia akan menggunakan ruangan di gedung Dit Res Narkoba Polda Jateng. (alg/rvk)











































