Garis polisi memang dipasang di areal penambangan pasca tragedi berdarah menewaskan Salim Kancil petani sekaligus aktivis anti tambang.
"Patroli oleh rekan Brimob untuk mengawasi areal tambang. Untuk memastikan (tidak ada penambangan) dan mengantisipasi adanya penambangan liar," ujar Kapolsek Pasirian AKP Eko Heri Suprapto kepada wartawan di Balai Desa Selok Awar-Awar, Sabtu (3/10/2015) sore.
Seluruh kawasan pantai tidak luput dari penyisiran. Sebelum tragedi berdarah daerah ini, sibuk dengan aktivitas penambangan pasir besi. Beberapa alat berat digunakan untuk mengeruk sumber daya alam yang dimotori Kades Hariyono.
Dalam penyisiran sore itu tidak menemukan adanya penambangan liar sepanjang bibir pantai. Kendati demikian, personel tetap bersiaga di luar garis polisi. Bukan hanya di lokasi tambang, personel Brimob masih bersiaga di Balai Desa dan rumah Kades serta kediaman Salim Kancil.
Adanya personel Brimob di lokasi, ikut mengundang perhatian warga hingga berani mendekati lokasi tambang. Sebelumnya, dapat dipastikan warga tidak berani menginjakkan kaki di kawasan itu.
Tak hanya warga dari desa setempat serta tetangga. Warga wilayah lain nampak datang, karena ingin melihat langsung lokasi tambang yang menyebabkan tewasnya Salim Kancil.
(fdn/fdn)











































