Ketua Kloter JKS 61 Tegar Hadapi Tragedi Mina dengan Senyum

Laporan dari Arab Saudi

Ketua Kloter JKS 61 Tegar Hadapi Tragedi Mina dengan Senyum

Gagah Wijoseno - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2015 17:23 WIB
Ketua Kloter JKS 61 Tegar Hadapi Tragedi Mina dengan Senyum
Foto: Gagah Wijoseno
Makkah - Saya masih ingat betul saat pertama kali bertemu dengan Pak Aceng Sukandar di Maktab 7, Mina, tanggal 25 September 2015, sehari setelah tragedi di Jalan 204. Dengan wajah yang terlihat letih, Aceng menyambut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ingin menemui jemaah di kloter JKS 61 jelang tengah malam.

Dengan senyuman tipis, Aceng mengantar Menag menemui jemaah JKS 61 di tenda yang tampak lengang. Sesuai keterangan resmi Kemenag ada 192 jemaah dari JKS 61 yang belum kembali ke kloter. Namun Aceng mengatakan jumlahnya sudah menyusut menjadi 55 orang karena sudah ada yang pulang ke hotel atau kloternya satu demi satu.

Butuh kesabaran luar biasa untuk melayani sekian banyak jemaah yang menanyakan kabar kerabatnya yang menjadi korban Tragedi Mina. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak bisa berkata banyak tatkala menemui jemaah JKS 61 selain janji untuk menyelidiki penyebab tragedi itu sekaligus akan mencari tahu keberadaan jemaah yang hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senyum Aceng tidak pernah hilang walau selaku ketua kloter, dia harus mengkoordinasikan nama-nama jemaah yang belum kembali ke ketua sektor. Aceng juga harus proaktif menanyakan tindak lanjut laporannya ke ketua sektor, bahkan ke pihak kantor daker (daerah kerja) sekalipun.

Aceng harus melupakan dirinya juga korban dalam kejadian yang merenggut nyawa ratusan orang itu. Berusaha tegar demi memulihkan moral anggota kloternya yang ajlok karena tragedi itu.

"Ada TPHI (tenaga pembimbing ibadah haji-red) yang melakukan pendekatan spiritual. Kepala rombongan juga menenangkan mereka," tutur Aceng yang saya temui 5 hari kemudian.

Senyumnya sedikit memudar saat Aceng menceritakan bagaimana dia harus berjuang menyelamatkan dirinya. Dia sampai harus memanjat atap tenda di samping jalan 204dan bertahan di sana selama 2 jam sebelum akhirnya turun dengan sisa-sisa tenaganya.

"Saya tidak berbuat banyak. Melihat mayat bergelimpangan. Saya pusing gimana nolongnya. Sudah lemas," tuturnya pelan dengan mata nanar.

Saya melihat sosok dari berbeda pria yang sehari-hari bekerja di Kanwil Kemenag Jawa Barat ini. Aceng juga korban yang sebenarnya butuh dikuatkan dan dihibur setelah melewati kejadian yang traumatis.

"Sempat disangka korban (wafat-red) juga karena HP tidak bisa hidup, baterenya habis," kenangnya.

Aceng tidak mau larut dalam kesedihan. Sebagai manusia biasa dia juga berdoa agar amal ibadah jemaah yang wafat bisa diterima Allah sw. Dia juga berharap yang terluka bisa segera sembuh dan yang hilang bisa segera kembali ke kloternya.

"Saya sangat sedih sekali. Mudah-mudahan yang wafat bisa diterima amal ibadahnya. Yang dirawat bisa segera sembuh dan yang ghaib cepat kembali," tuturnya.

Data terakhir hingga hari ini sudah ada 38 jemaah kloter JKS 61 yang wafat. Sedangkan yang masih hilang atau belum kembali ke kloter sebanyak 20 orang.

(gah/try)


Berita Terkait