ELT merupakan bagian standar dari peralatan darurat pada pesawat yang memancarkan sinyal radio agar lokasinya bisa diketahui sistem deteksi yang ada.
Menurut General Manager Komersial PT Aviastar Indonesia Petrus Budi Prasetyo, Aviastar memiliki ELT. Namun belum diketahui apakah ELT tersebut berfungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono juga mengatakan, ELT menjadi petunjuk proses pencarian Aviastar yang hilang tersebut. Namun ada kekhawatiran ELP pesawat tersebut tidak berfungsi dengan baik.
"Pesawat tersebut dilengkapi ELT. Tapi seperti kejadian-kejadian seperti kejadian Trigana dan Sukhoi impactnya keras, alat akan rusak dan tidak berfungsi. Karena tidak ada informasi yang lain kita coba mencari dengan flight plannya dengan segala informasi yang dapat membantu menentukan lokasi," jelas Soerjanto di Kantor Aviastar, Jl Kalimalang Raya, Jakarta Timur, Jumat (3/10/2015) malam.
(nwy/try)










































