Anggota DPRD DKI Ganti Pelat Hitam, Taufik: Nggak Boleh, Itu Pelanggaran Namanya

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2015 08:08 WIB
Foto: Ayunda W Savitri
Jakarta - Sejumlah anggota DPRD mengganti pelat mobil dinas berwarna merahnya menjadi hitam. Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik yang sudah mendengar hal itu pun meminta kepada mereka untuk mengganti nomor polisi baru karena melanggar aturan.

"Diganti nomor baru," ujar Taufik saat dihubungi, Jumat (2/10/2015).

"Kalau nomornya sama dengan pelat merah terus jadi hitam ya enggak boleh," imbuhnya.

Politisi Gerindra itu menyebut jika nekat mengganti warna pelat, maka sudah melanggar ketentuan. Sanksinya pun bisa berupa teguran sampai tilang polisi.

"Itu pelanggaran namanya. Sanksinya teguran atau ya ditilang sama polisi," kata Taufik.

Pelat mobil untuk Pemprov DKI memiliki tiga huruf seperti 'PQA' dan 'PQB'. Jenis mobil dinas untuk dewan adalah Toyota Corolla Altis hitam.

Saat dikonfirmasi kepada salah satu anggota DPRD DKI, James Arifin Sianipar membenarkan dirinya mengganti pelat mobilnya menjadi warna hitam. Adapun alasan James untuk keamanannya semata. "Alasannya karena sering ada demo-demo, takut pendemo anarkis terus ngerusak mobil. itu juga sementara kan kita pinjam ada asuransi, tapi asuransi dari kita, pemegang mobil. Pajak sama asuransi kita yang bayar," kata James saat dihubungi, Kamis (1/10) lalu.

Sekretaris Komisi C yang membidangi Keuangan ini mengaku tahu tindakannya melanggar aturan, namun ia menyebut nomor kepolisiannya 'B 1043 PQB' tidak berubah. Dia pun berjanji segera mengganti warna pelatnya menjadi merah lagi segera setelah sampai di rumah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyarankan agar para anggota dewan yang ingin mengganti warna pelat mobilnya dari merah ke hitam untuk melapor ke Ditlantas Polda Metro Jaya. Dengan begitu, mereka akan diberi pelat berwarna hitam dengan kode huruf 'RFS', 'RFR' dan sebagainya. (aws/rni)