"Anak yang sempat kita selamatkan terlantar di pinggir jalan, akhirnya dijemput keluarganya," kata Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede kepada detikcom, Jumat (2/10/2015).
Maruly menjelaskan, bahwa sore tadi keluarga bocah tersebut mendatangi Polresta Palembang. Pihak keluarga menunjukan bukti otentik seperti kartu keluarga dan akte kelahiran. Dari sana diketahui bocah yang mengalami autis ini bernama Dodi Gutsy usia 6 tahun. Dodi merupakan buah hati dari Imam Santoso dan Yurida. Hanya saja, kedua orang tua bocah itu statusnya sudah bercerai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini Dodi ternyata tinggal bersama bapak dan neneknya," kata Maruly.
Setelah pihak keluarga datang, lanjut Maruly, akhirnya pihak Polresta Palembang mendampingi pihak keluarga untuk menjemput Dodi yang sudah dititipkan di panti asuhan.
"Dodi sudah dua hari bersama kita, tadi siang sempat kita titipkan di panti asuhan setelah berkoordinasi dengan dinas sosial," kata Maruly.
Awalnya, kata Maruly, yang menemukan Dodi ini seorang ibu yang melihat anak itu bermain di tepi jalan. Dari sana, warga membawa Dodi ke Polsek Kertapati sekitar pukul 09.00 WIB.
"Dari Polsek Kertapati, lantas Dodi di bawa ke Polresta. Kami mengalami kesulitan untuk diajak komunikasi. Dodi sendiri tidak mengetahui untuk menyebut namanya," kata Maruly.
Dari penemuan tersebut, lanjut Maruly, sejak kemarin pihaknya selalu memberitahukan kepada warga sekitar. Kerjasama juga dilakukan kepada pengurus RT sekitar Polsek Kertapati. Kendati sudah diberitahukan warga sekitar, saat itu belum ada warga yang mengadu kehilangan anak. Pihak keluarga mengetahui keberadaan Dodi bersama polisi, setelah adanya pemberitaan di media hari ini.
"Terima kasih atas bantuan pemberitaanya. Tak lama pemberitaan soal penemuan Dodi dimuat di media ini, langsung pihak keluarga menghubungi kami. Pihak keluarga mengaku sudah kehilangan anak," kata Maruly. (cha/rvk)










































