Pembukaan konhor tersebut sudah mendapat persetujuan dari Palestina. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pada detikcom, Jumat (2/9/2015).
"Konsul kehormatan ini adalah langkah awal, mudah-mudahan ada langkah selanjutnya. Tapi yang paling cepat dan sekaligus mengirimkan pesan bahwa kita dekat dan bersama dengan Palestina yaitu dalam bentuk konsul kehormatan," ujar Retno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembukaan konhor di Ramallah ini tidak memerlukan persetujuan dari DPR. Karena konhor tidak melakukan kegiatan diplomatik seperti duta besar.
"Diakan (konhor) lebih pada representasi dari suatu negara," ucapnya.
Konhor sendiri bertugas untuk membantu WNI yang terkena masalah serta memberi masukan mengenai kerja sama ekonomi dengan berkoordinasi dengan perwakilan. Konsul tidak mengganti struktur tugas yang sudah ada di negara tersebut.
"Paling cepat akhir tahun (dibuka konhor di Ramallah, Palestina)," tutur Menlu. (yds/jor)











































