Yorrys nampak berkemeja biru, berjalan cepat keluar lift Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/10/2015), pukul 15.00 WIB. Dia menyatakan telah bertemu Novanto.
"Iya. Biasa, silaturahmi," kata Yorrys.
Usut punya usut, Yorrys sudah ada datang ke DPR sejak pukul 14.15 WIB. Pembicaraan sekitar sejam kurang dengan Novanto membicarakan sejumlah hal, Yorrys tak mau merinci, namun salah satunya adalah soal Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar.
"Salah satunya itu (Munaslub)," kata Yorrys.
Dia menyatakan wacana Munaslub harus tetap bergulir. "Harus dong," jawabnya tegas
Yorrys tergesa-gesa menuju mobil hitamnya untuk meninggalkan DPR karena dia menyatakan hendak menghadiri rapat. pakah Yorrys mau jadi Ketum Golkar lewat Munaslub?
Yorrys tak menjawab melainkan hanya tersenyum sambil beringsut masuk mobilnya.
Wacana Munaslub ini memang sempat bergulir di tengah pecahnya partai pohon beringin. Namun baik kubu Ical maupun kubu Agung Laksono menolak wacana ini karena dikhawatirkan bisa memperparah perpecahan Golkar. Kini, Yorrys selaku pengembus wacana Munaslub, mencoba merangkul pihak-pihak yang sepaham dengan dirinya. Selain Novanto, Yorrys juga menjalin komunikasi dengan Nurdin Halid. (dnu/tor)











































