"Belum ada laporan dari warga yang melapor soal kasus di Gunungkidul," ungkap Humas PT PLN Persero wilayah DIY, Kardiman, kepada detikcom, Jumat (2/10/2015).
Kardiman mengatakan pihaknya mengikuti perkembangan kasus yang menimpa keluarga Ladino dan keluarga lainnya melalui media massa. Namun sampai saat belum menurunkan tim untuk menyelidiki secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kardiman, pihaknya belum bisa memastikan sebab-sebab terjadinya kasus terbakarnya sejumlah perabotan rumah seperti barang elektronik dan perkakas rumah tersebut. Barang-barang yang terkabar tidak satu kali, namun berulang kali dalam selang waktu beberapa hari.
"Kita belum tahu apakah hal itu disebabkan oleh faktor over voltage atau ada hal lain. Harus diperiksa secara detail misalnya kabel-kabel yang ada di dalam rumah tersebut," katanya.
Baca: Teror Api Misterius di Gunung Kidul, Panci Alumunium Terbakar Sampai Meleleh
Dia mengatakan kalau PLN akan turun ke lapangan, hanya akan memeriksa sebatas dari tiang listrik hingga meteran yang terpasang di rumah tersebut. Sedangkan instalasi atau kabel-kabel yang terpasang adalah hak sepenuhnya konsumen.
Api misterius di rumah Ladino mulai muncul pada 18 September 2015 lalu. Sebuah pesawat televisi terbakar hangus hingga casing dan tabungnya meleleh. Meja tamu kecil dan perabotan terbuat dari kayu lapis juga hangus. Selain itu, lemari kecil panjang 1,8 meter tinggi 8 cm terbuat dari kayu jati juga terbakar di bagian belakang. Tak diketahui bagaimana perabot terbakar dan dari mana api muncul. (bgs/try)











































