Lurah: TPS Liar Sudah Ditutup 3 Bulan Lalu, Tersisa Sampah Lama

TPS Liar Cinere

Lurah: TPS Liar Sudah Ditutup 3 Bulan Lalu, Tersisa Sampah Lama

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Jumat, 02 Okt 2015 11:07 WIB
Lurah: TPS Liar Sudah Ditutup 3 Bulan Lalu, Tersisa Sampah Lama
Foto: Aditya Fajar/detikcom
Jakarta - Gunungan sampah di Limo, Cinere, Depok, Jawa Barat, masih terlihat. Namun pihak pemerintah setempat mengklaim, tempat pembuangan itu sudah ditutup tiga bulan lalu. Benarkah?

Lurah Limo Danudi Amin menerangkan, lokasi pembuangan sampah yang terletak di dekat Kali Pesanggrahan tersebut sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Dilaporkan, para pembuangnya adalah truk dan pikap dari sejumlah daerah di Jakarta.

Sejak beberapa bulan lalu, warga yang tinggal di sekitar TPS mengeluhkan bau tak sedap dan bahaya kebakaran sampah. Belum dampak kerusakan lingkungan lain, seperti sungai yang terkena limbah sampai sampah plastik yang menumpuk.

Pada 18 September lalu, dikabarkan terjadi kebakaran hebat di lokasi. Api menjalar hingga ke sejumlah tempat. Asapnya menyebar ke rumah-rumah penduduk. Warga protes ke Pemerintah Kota Depok. Akhirnya diputuskan untuk menutup tempat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya sudah ditutup oleh Pol PP Kota Depok dan sudah disegel sejak 3 bulan lalu," terang Danudi saat ditemui detikcom di kediamannya, Kamis (1/10/2015).

Namun papan segel di lokasi kini sudah rusak dan tak terlihat lagi. Menurut Danudi, papan itu rusak karena dicopot oleh petugas pemadam kebakaran yang hendak menjinakkan api. Alhasil, penyegelan pun seolah tak ada pesannya. Penjagaan pun biasa saja. Sehingga bila ada yang nekat tetap membuang sampah ke lokasi, sulit untuk mencegahnya.

"Sekarang mah sudah tidak ada lagi, sejak ditutup, paling tinggal pemulung yang tinggal di sana. Yang di sana sekarang tinggal sampah-sampah lama yang sudah menumpuk bertahun-tahun. Jadi kena panas kemudian terbakar," paparnya.

Kirman (36), pria asal Karawang menjadi salah seorang pemulung yang mengais rezeki di TPS tersebut. Dia sudah berada di sana selama setahun untuk mencari plastik, botol dan 'barang berharga' lainnya. Kirman tak tahu apa-apa soal asal mula munculnya pembuangan sampah di lokasi. Yang jelas, lahan itu memang dalam sengketa.

"Di sini katanya awal-awal itu bukit apa kebun gitu mau digarap jadi perumahan cuma belum jadi," terangnya.

"Asapnya udah lama, udah sempet padam cuma tahu dari mana kena angin jadi apinya nyala lagi. Sengaja dibakar juga nggak, kan udah lama ditutup juga mungkin ada bara api atau gimana jadi ketiup besar lagi, kan dulu sempet kebakaran ini sisa-sisanya aja," paparnya. (mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads