"Kita sedang laksanakan pembangunan kanal bersekat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kanal ini sangat membantu percepatan pemadaman," kata Kepala BNPB Willem Rampangilei di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2015).
Willem menjelaskan pembangunan kanal dilakukan sehari setelah kunjungan Presiden Joko Widodo di Kalimantan pada tanggal 24 September lalu. Kanal bersekat dengan ukuran 6x6 meter tersebut dibangun di sepanjang kawasan yang lahannya terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan tanggal 10 Oktober selesai," ujarnya.
Kanal ini dibangun sepanjang 17 km di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, di mana kedua kawasan tersebut memang tingkat kebakarannya tinggi. Willem menjelaskan, kanal bersekat ini berbeda dengan kanal yang dibuat pada pemerintahan sebelumnya.
"Di masa lalu dibuat kanal tanpa dibendung, tanpa dibuat sekat, maka lahan gambut kering. Kalau kering, kalau terbakar sulit dipadamkan," kata Willem.
Oleh karena itu, kanal yang dibuat saat ini diberi sekat. Sehingga lahan gambut tersebut tidak kering meski saat ini musim kemarau. Karena menurutnya sesuai peraturan perundangan, lahan gambut diperbolehkan kering, maksimal 60 cm. Sisanya harus tetap basah hingga ke akar.
"Oleh karena itu teknik kanal bersekat bisa membasahi lahan gambut," tutupnya. (khf/aan)











































