Salim Kancil Tewas, Kades Se-Kabupaten Lumajang Dikumpulkan Bahas Tambang

Ralat Berita

Salim Kancil Tewas, Kades Se-Kabupaten Lumajang Dikumpulkan Bahas Tambang

M Aminudin, - detikNews
Kamis, 01 Okt 2015 12:32 WIB
Salim Kancil Tewas, Kades Se-Kabupaten Lumajang Dikumpulkan Bahas Tambang
Foto: Istimewa
Lumajang - Pasca tragedi terbunuhnya Salim alias Kancil aktivis anti tambang pasir besi, Seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Malang dikumpulkan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lumajang. Pertemuan bertajuk 'Pembinaan Forkopimda Kepada Jajaran Pemerintah Desa Dalam Penertiban Penambangan Pasir'.

Pertemuan digelar pada Kamis (1/10/2015), siang. Para Kades menerima pemaparan langsung dari Bupati Lumajang, Ketua DPRD, Kajari, Kapolres, yang intinya aktivitas penambangan pasir dihentikan.

Di hadapan Kades, As'at Malik (sebelumnya ditulis Sjahrazad Masdar. Redaksi mohon maaf atas kesalahan penulisan nama), sang bupati mengaku sejak dilantik pada April 2015 lalu sudah akan menjalankan rekomendasi DPRD soal penertiban penambangan pasir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah saya sampaikan mohon saya dibantu menyelesaikan masalah ini, kepada Forkopimda," kata As'at dalam pemaparannya.

"Saya sangat ingin melaksanakan catatan strategis DPRD yang sudah membuat pansus terkait masalah penambangan," sambung dia.

Kembali As'at menegaskan, jika dirinya sudah berkomitmen mengatasi permasalahan yang tengah menjadi perhatian wakil rakyat. "Memang ada yang tidak berizin dan harus ditertibkan," tegasnya.

Dirinya hanya bisa mengatakan, permasalahan yang terjadi dapat menjadi titik awal untuk ke depan lebih baik. Berbeda halnya dengan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Agus Wicaksono yang justru mempertanyakan mengapa penambangan ilegal terus bisa beroperasi.

Meski, pihaknya sudah memberikan rekomendasi sejak dua tahun silam. "Dari aktivitas tambang, kontribusi apa yang diperoleh Kabupaten Lumajang. Sampai hari ini CSR saja tidak ada," tegasnya.

Dari kesempatannya memberikan pemaparan, Agus justru lebih banyak mengkritik Pemkab Lumajang. Sementara Kapolres Lumajang Fadli Munzir Ismail mengharap semua pihak membantu inventarisasi tambang ilegal maupun yang mengantongi izin.

"Khusus yang miliki izin dan berlaku, sampaikan akan kita lihat dan kaji," tandasnya.

(dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads