"Saya yakin semua generasi muda Indonesia mencintai negeri ini. Ekspresinya serahkan pada minat dan bakat mereka. Tugas kita menjadikannya lebih produktif," kata Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault seperti dikutip dari rilis yang diterima detikcom, Rabu (30/9/2015).
Kegiatan bertema 'Refleksi Pancasila dan Kita' ini diselenggarakan di Gedung Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Ratusan anggota pramuka dan para undangan hadir dalam acara tersebut. Mereka mementaskan berbagai karya seni seperti pembacaan puisi dan pementasan monolog Cut Nyak Dien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ada juga pemutaran video sejarah Pancasila dan video tentang kepramukaan bertajuk 'Satu Pramuka Satu Indonesia'. Panitia juga memberikan penyerahan hadiah lomba foto dengan tema 'Idolaku Ortuku' yang diikuti oleh para anggota pramuka dari seluruh Nusantara.
Ine Febriyanti yang mementaskan monolog Cut Nyak Dien mengatakan, ada 2 pesan utama yang disampaikan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut. Yakni, menurutnya yang disebut pejuang adalah seseorang yang mencintai tanah air dan masyarakatnya melebihi cintanya pada dirinya. Kemudian yang kedua, akan datang suatu masa di mana yang menjadi penjajah bukanlah bangsa lain, melainkan bangsa sendiri.
"Koruptor itu penjajah, koruptor itu bukan pengamal Pancasila", ucap Ine.
Selain para anggota pramuka, hadir juga dalam kesempatan tersebut mantan Wapres Try Sutrisno. Para guru dan seniman juga turut meramaikan acara tersebut. (khf/rvk)










































