"Hasilnya belum diketahui, kita masih menunggu," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triharsono, saat dihubungi wartawan dari Banda Aceh, Rabu (30/9/2015).
Keempat pengungsi tersebut divisum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe pada Selasa sore dan pagi tadi. Namun hingga kini belum keluar hasilnya. Polisi masih menyelidiki dugaan pemerkosaan tersebut.
"Kita kesulitan bahasa untuk memintai keterangan korban. Ini masih harus menunggu translater," jelasnya.
Menurut Anang, kecil kemungkinan empat pengungsi tersebut mengalami pelecehan seksual atau pemerkosaan. Pihanya kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi.
"Kabar tersebut belum diketahui kebenarannya. Kemungkinan ke arah pemerkosaan tipis. Tapi kita tetap melakukan penyelidikan," ungkapnya.
Seperti diketahui, ratusan pengungsi Rohingya yang ditampung di Kamp Blang Ado berusaha kabur pada Selasa (19/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka membawa keluar semua pakaian dan barang-barang. Hal tersebut dilakukan setelah adanya informasi pemerkosaan terhadap empat pengungsi.
Isu tersebut membuat imigran resah. Mereka ramai-ramai keluar lokasi penampungan. Namun aksi mereka berhasil dicegah polisi. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB mereka semua kembali ke tempat pengungsian dengan pengawalan personel Polres Lhokseumawe. (rvk/rvk)











































