Meski begitu keluarga akhirnya pasrah dengan kejadian itu, tangisan histeris 2 anak almarhumah pecah setelah menerima kabar tersebut. Ucapan duka mengalir dari tetangga dan teman-teman korban. Sebuah pesan singkat masih tersimpan di ponsel Muhammad Holdun (45) adik korban, pesan itu diterimanya 10 hari sebelum Iis berangkat ke Mina.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Holdun mengaku sering berkirim pesan singkat dengan sang kakak, namun setelah pesan pada Senin (14/9) itu sang kakak berhenti menjawab meski beberapakali dikirimi pesan. "Setelah sms itu tak ada jawaban lagi dari beliau," imbuhnya.
Setelah tragedi Mina ramai diberitakan media, keluarga sempat terguncang. Mereka rutin melihat perkembangan berita melalui detikcom dan media televisi, setelah muncul nama-nama korban diumumkan pemerintah keluarga kaget karena ternyata Iis menjadi salah satu korban Mina.
"Saat ini kami masih menunggu kabar kakak ipar saya, suami almarhumah teh Iis Dahlan Djambek (57). Hingga saat ini beliau masih hilang kontak," tutupnya.
Almarhumah diketahui berangkat bersama sang suami Dahlan melalui kloter 61, selain Dahlan hingga kini keberadaan Feryzal Gani (55) warga Perum Cimahpar II, Sukaraja juga belum diketahui dahlan juga berangkat bersama sang istri Wisma Widya Puspitasari yang telah diumumkan pemerintah sebagai salah satu korban yang meninggal dunia di Mina. (rvk/rvk)












































