Dengan tema gerakan pelajar melawan lupa pada sejarah G 30 S/PKI acara nobar ini dihadiri beberapa TNI AD karena saat peristiwa 30 S PKI, TNI sebagai salah satu korban. Pemutaran film ini juga diamankan beberapa polisi yang berjaga-jaga.
"Kegiatan pemutaran film ini kan sensitif sekali terhadap bangsa, polisi sudah pasti menjaga keamanan," ujar Kapolsek Menteng Kompol Wisnu di gedung Pelajar Islam Indonesia, Jl Menteng No 58, Jakarta Pusat, Rabu (30/09/2015).
Sementara itu mantan Komandan Jenderal KOPASSUS Mayjen TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono mengatakan bahwa pemutaran kembali film ini bertujuan untuk tidak melupakan sejarah.
"Kita mencoba melakukan penayangan kembali karena kita jangan melupakan sejarah jadi sekarang yang berkembang sepertinya kan PKI itu menjadi korban pads G 30 S/PKI," kata Mayjen TNI Muchdi.
Beberapa penonton dari kalangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Persatuan Pelajar Islam Indonesia, dan Gerakan Pemuda Indonesia tampak serius menonton film sambil menikmati kudapan. Mereka tampak asik duduk menghadap layar yang memutar film tersebut. Pemutaran film ini bersumber dari Kepala Dinas Angkatan Darat berdurasi 4 jam. (rvk/rvk)











































