"Bukan kampanye, tapi sosialisasi. Saya ingin mendengar masukan dan keluhan warga Surabaya," kata Risma saat berbincang kepada wartawan di Rumah Makan Bogowonto, Rabu (30/9/2015).
Mendengar, kata Risma, berarti juga memperhatikan dan menampung semua keluhan warga. Dari situ, nantinya bisa dipelajari apa yang akan menjadi tugas Risma bila nantinya terpilih sebagai wali kota Surabaya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin one way tapi two way, dialogis," lanjut lulusan ITS tersebut.
Tetapi Risma mengungkapkan bahwa bila ia terpilih nanti, maka ia akan fokus dan memprioritaskan pada pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Risma yakin SDM akan terus tumbuh karena ia sudah menanam akarnya dalam program peningkatan taraf hidup saat ia menjabat sebagai wali kota.
"Dulu peningkatan taraf hidup kan mulai dari keluarga, dari ibu-ibu. Nyatanya banyak program yang berhasil, seperti program pahlawan ekonomi dan lain-lain" jelas Risma.
Dan Risma optimis jika SDM yang terdiri dari para pemuda dibina, maka akan menghasilkan SDM yang tidak hanya menjadi pekerja, tetapi menjadi tuan atau pemilik usaha.
"Sekarang pemuda di-treatment agar tidak jadi pekerja tapi jadi tuan," tekat Risma.
Risma menambahkan, memang tidak mudah untuk mengelola SDM. Pengelolaan SDM, kata Risma, merupakan program yang sulit dan tidak seksi. Investasi tersebut pun bisa dituai hasilnya dalam jangka waktu yang panjang.
"Ini bukan investasi pendek, tetapi kalau mau maju, ya harus itu," tandas Risma. (iwd/try)











































