Hal itu terungkap dari kesaksian staf perjalanan dan angkutan dinas pada Biro Umum Kemenag, Andrie Alphen dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Andrie menyebut SDA marah-marah dan meminta merevisi data tersebut kepada Rosandi, staf TU pada Biro Umum.
"Dalam BAP nomor 25, bahwa pernah pada satu malam saya menemani Rosandi menghadap Suryadharma Ali terkait dengan revisi data DOM dalam rangka pengeluaran DOM yang berisi biaya pengobatan Wardatul Asriyah, betul itu," tanya jaksa penuntut umum pada KPK, Abdul Basir kepada Andrie dalam sidang, Rabu (30/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Andrie tidak tahu perihal revisi yang dimaksud SDA. Menurut Andrie, saat itu SDA marah kepada Rosandi karena data tersebut dipegang oleh Rosandi.
"Saya nggak tahu (perihal revisi). Itu masalah Pak Rosandi, masalah datanya karena itu datanya Pak Rosandi. (Yang menyuruh mengubah) Pak Surya," sebut Andrie yang juga mengatakan pada saat itu ada juga istri Suryadharma, Wardatul.
Andrie mengatakan saat itu dirinya, Rosandi dan Nurfahmi memang dipanggil SDA untuk menemuinya di kediamannya di Jaya Mandala, Jakarta Selatan. Di kediaman SDA itulah, mantan Menag itu murka.
Kemudian jaksa Abdul kembali membacakan BAP Andrie ketika SDA marah-marah. Dalam BAP itu disebutkan bahwa SDA berang karena data DOM yang digunakan untuk membiayai paspor dan biaya pengobatan istrinya terendus KPK.
"Saya lanjutkan, saat itu SDA marah dengan kami bertiga yaitu Rosandi, Nurfahmi dan tentunya saudara dikarenakan SDA membaca temuan dari KPK terkait digunakannya DOM untuk membiayai paspor dari SDA dan membiayai pengobatan Wardatul Asriyah, betul?" tanya Abdul mengkonfirmasi.
"Iya pak, betul," jawab Andrie.
Namun Andrie tak tahu menahu apakah benar ada penggunaan dana DOM tersebut digunakan untuk membuat paspor atau tidak. "Saya juga nggak tahu, baru tahu malam itu," kata Andrie.
Kemudian, jaksa Abdul kembali membacakan BAP bahwa Suryadharma meminta Rosandi untuk mengubah data DOM tersebut. Disebutkan dalam BAP bahwa Suryadharma meminta agar penggunaan biaya untuk pribadi dan keluarganya dihapus.
"Terus saya lanjutkan, saat itu Suryadharma Ali meminta Rosandi untuk merubah data dana DOM tersebut SDA meminta seluruh dana tersebut dan DOM menteri agama yang digunakan untuk biaya pribadi keluarganya agar dihapus. betul?" tanya jaksa Abdul.
"Kalau seingat saya bukan dihapus tapi dimajukan, di tanggalkan mundur bukan dihapus," jawab Andrie.
(dhn/mok)











































