Salut! Polisi Bahu-membahu Bantu Wanita Melahirkan di Pinggir Jalan

Salut! Polisi Bahu-membahu Bantu Wanita Melahirkan di Pinggir Jalan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 18:49 WIB
Salut! Polisi Bahu-membahu Bantu Wanita Melahirkan di Pinggir Jalan
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Seluruh anggota Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru, dibuat kalang kabut. Ini karena mendadak seorang ibu melahirkan di depan polsek saat Pekanbaru dikepung asap pekat.

Suasana kota Pekanbaru sejak pagi hingga siang hari dikepung asap pekat dengan jarak pandang hanya 100 meter, Rabu (30/9/2015). Di saat level udara berbahaya, seorang bayi lahir di pinggir jalan tepatnya di depan Mapolsek Payung Sekaki, di Jl Riau ujung, Pekanbaru.

Peristiwa ini sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba datang seorang pria berlari ke dalam Polsek Payung Sekaki meminta tolong kalau istrinya sudah tergeletak di tepi jalan karena akan melahirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendapat kabar itu, anggota Polsek bergegas keluar ruangan. Mereka segera berlari ke depan Mapolsek. Seorang ibu mengenakan baju long dress warna biru sudah tergeletak mengenakan helm.

Anggota Polsek panik dan bingung mau diapain sang ibu tersebut. Apalagi mereka juga tak punya pengalaman dalam persalinan. Karena sang ibu sudah tertidur di pinggir jalan, anggota segera mencari kain sarung. Tak mungkin lagi ibu ini bisa dievakuasi, karena kaki bayi sudah keluar.

"Kita panik, karena ibu itu mau melahirkan di tepi jalan. Kita langsung meminjam kain sarung dari tahanan yang ada. Syukur dapat empat kain sarung," kata Kapolsek Payung Sekaki, AKP Nardi Marbun kepada detikcom.

Kain sarung tadi, dua dijadikan alas dan satu dikenakan pada ibu tadi. Polisi semakin panik, karena kondisinya kaki jabang bayi sudah kelihatan keluar, artinya dalam keadaan sungsang.

Polisi pun pontang panting mencari bidan agar bisa menolong persalinan tersebut. Setidaknya  ada dua bidan yang didatangi Polsek, namun mereka menolak membantu dengan alasan tidak punya alat yang cukup.

Polisi sempat marah kepada dua bidang yang tak mau menolong persalinan. Satu sisi sang ibu sudah ngosngosan karena bayi sudah di depan rahim. Agar persalinan di tepi jalan ini tidak terlihat warga yang melintas, mobil patroli polisipun di kerahkan untuk menutupi posisi ibu tersebut.

Keadaan semakin panik, karena dua bidan menolak membantu. Akhirnya polisi menghentikan dua orang ibu-ibu yang lagi melintas. Kedua ibu itu diminta untuk memberikan pertolongan.

Syukurnya, kedua ibu yang melintas naik motor bersedia berhenti. Kedua ibu ini sebenarnya juga tidak bisa berbuat banyak. Bersama anggota Polwan Polsek Payung Sekaki, mereka hanya memberikan semangat agar bisa melahirkan sang jabang bayi.

"Kedua ibu dan anggota Polwan kita memberikan semangat terus. Akhirnya, dalam hitungan 10 menit bayi itu lahir," kata Nardi.

Begitu bayi lahir, langsung dibalut kain sarung dan ari-arinya dibungkus plastik. Ibu dan bayi dibawa ke klinik terdekat. Sampai di klinik tali pusar dipotong. Selanjutnya, setelah ibu bayi terlihat tenang, tak lama diboyong dengan mobil pribadi Kapolsek Payung Sekaki.

"Bersyukur semuanya berjalan lancar walau kita sempat  panik. Ya gimana tak panik, ini urusan persalinan," kata Nardi.

Belakangan diketahui, bahwa ibu yang melahirkan di depan Polsek Payung Sekaki itu bernama Rachmawati (28), istri Rico Agus Rianto (35). Mereka ini warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Rencananya, Rico ini memang ingin memeriksakan kandungan istrinya. Hanya saja sebelum sampai di klinik, istrinya sudah tak tahan lagi, dan harus melahirkan di pinggir jalan.

"Bayi lahir laki-laki,berat badan bayi 2,6 kg  dan panjangnya 48 cm. Ini anak kedua dari pasangan Rico dan Rahmawati. Semoga bayi ini diberi kesehatan dan umur yang panjang. Ini pengalaman kami yang tak terlupakan, kami panik, cemas, takut. Akhirnya kami bisa lega bersama setelah semuanya berjalan lancar," tutup Nardi. (cha/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini