"Ada beberapa persoalan belum clear. Pertama amirul hajj (Menag) harusnya kerja seperti berangkat perang," kata Fahri Hamzah dalam jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Menurut Fahri, jemaah haji Indonesia jumlahnya terbanyak di dunia hampir 200 ribu. Maka bagaimana tugas pemerintah memastikan mereka selamat dengan menyusun strategi pengamanan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami diskusi di pimpinan harusnya jadi pengawas haji dari tahun ke tahun jumlah TNI dan polisi diperbanyak, karena itu fungsional di lapangan," imbuh politisi PKS itu.
Fahri menilai ada masalah komunikasi pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi dalam hal penyelenggaraan haji, terutama saat menghadapi tragedi Mina.
"Ini bukan momen sipil, tapi kayak momen militer karena harus memobilisasi jutaan orang dari satu tempat ke tempat lain tanpa bentrok dan cedera. Itu perlu komando, perintah dan sebagainya.
(bal/erd)











































