Kritis di ICU, Tosan Aktivis Anti Tambang Lumajang Mesti Berutang untuk Bayar Obat

Kritis di ICU, Tosan Aktivis Anti Tambang Lumajang Mesti Berutang untuk Bayar Obat

Fajar Pratama - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 16:07 WIB
Kritis di ICU, Tosan Aktivis Anti Tambang Lumajang Mesti Berutang untuk Bayar Obat
Foto: Abdul Rosyid/istimewa
Jakarta - Tosan (48) menjalani perawatan di ICU RSUD di Lumajang, Jatim. Sudah beberapa hari ini, aktivis anti tambang yang dipukuli hingga mengalami kondisi kritis ini menjalani perawatan intensif.

"Lambungnya terluka karena senjata tajam, kepalanya terluka kena cangkul," jelas teman korban, Abdul Rosyid, Rabu (30/9/2015).

Namun cerita pilu muncul saat Tosan menjalani perawatan di rumah sakit. Tosan belum masuk BPJS, jadi mesti membayar obat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Utang dulu pak, hari pertama Rp 1,5 juta dan hari kedua Rp 1,8 juta buat bayar obat. Ini pinjem-pinjem, Pak Tosan nggak punya uang," jelas Rosyid.

Hingga kemudian ada yang membantu mengurus BPJS dan kini tidak lagi membayar obat. "Alhamdulillah, sudah nggak bayar. Cuma itu kan sudah utang buat bayar obat, saya kasihan saja sama keluarganya. Pak Tosan ini kan cuma tukang kayu pak," imbuh dia.

Kondisi Tosan yang dikeroyok puluhan orang karena menolak tambang ini masih menjalani perawatan. "Sudah membaik, sudah bisa komunikasi. Ini ada ibu dan istrinya yang menunggu," tegas Rosyid yang juga menemani karena tak ada pria yang menjaga Tosan.

Rosyid setelah tiga hari baru bisa berganti baju. Di tengah kekhawatiran, dia rela menunggu temannya yang dirawat di ICU karena dikeroyok mereka yang pro pada tambang.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada petugas polisi yang berjaga," tutup dia. (faj/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads