Catat! Masinis Tak Boleh Lesu Atau 'Galau', Bisa Bahaya

Sehari Bersama Masinis

Catat! Masinis Tak Boleh Lesu Atau 'Galau', Bisa Bahaya

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 15:53 WIB
Catat! Masinis Tak Boleh Lesu Atau Galau, Bisa Bahaya
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Dalam bertugas, masinis harus selalu fit dan siap siaga. Kesalahan sedikit pun tak pernah ditolerir karena akan menyangkut keselamatan ribuan penumpang.

"Jadi harus selalu bugar, tidak boleh bekerja dalam kondisi lesu," kata masinis KRL, Nirwansyah (27) saat ditemui di Stasiun Bekasi, Selasa (29/9/2015).

Untuk menjaga vitalitas tubuhnya, Nirwansyah mengaku rajin berolahraga dan beristirahat dengan teratur. Jika di rumah, ia kerap lari-lari kecil di sekitar kompleks.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di kantor UPT Crew ada alat olahraga seperti tenis meja dan sepeda. Kalau ada waktu bisa menggunakan alat itu," kata pria yang tinggal di Tambun Utara, Bekasi ini.

Foto: Reno/detikcom


Selain itu, untuk menghindari kesalahan, masinis selalu dibantu pihak-pihak lain dalam bekerja. Mereka mengatur sinyal, mengecek kondisi kereta, rel dan sebagainya.

"Kita kerja nggak sendiri, bekerja sama dengan semua. Misalnya setiap masuk stasiun ada yang mengatur kedatangan kereta api. Kita harus mematuhi seluruh standar operasi, tidak boleh sedikit pun lalai," ujarnya.

Sebelum bertugas, masinis ataupun asisten masinis juga harus menjalani serangkaian tes kesehatan. 2 Hal utama yang dites adalah tensi darah dan bebas alkohol.

"Ada juga yang nggak lolos tes kesehatan sebelum bertugas. Biasanya nanti akan digantikan oleh penyelia, UPT Crew atau masinis cadangan," kata Kepala UPT Crew Stasiun Bekasi, Pandu.

Biasanya, kata Pandu, jika tak lolos tes kesehatan, mereka akan ditugaskan di UPT Crew. Mereka bertukar tugas dengan masinis lain yang menggantikan dirinya.

"Biasanya tugas di kantor itu mengawasi dan mencatat atau membuat laporan," ujar Pandu.

Asisten humas PT KCJ, Adli Hakim mengatakan, saat ini jumlah masinis untuk KRL sebanyak 285 orang. Rata-rata mereka berusia antara 21 hingga 52 tahun. Sementara asisten masinis berjumlah 163 orang dengan usia minimal 19 tahun.

Dalam rentang beberapa tahun terakhir, tidak banyak kecelakaan KRL commuter line Jabodetabek yang fatal. Kasus yang kerap muncul adalah gangguan sinyal, gangguan wesel dan kecelakaan dengan kendaraan umum di perlintasan. Kecelakaan KRL yang paling baru adalah tabrakan dua kereta akibat kelalaian asisten masinis yang tak melihat sinyal berhenti di Stasiun Juanda.


(khf/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads