Ketua DPR Setya Novanto, dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf, dan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menggelar jumpa pers di DPR, Rabu (30/9/2015) siang ini. Mereka tak pulang ke rumah dulu, namun langsung ke DPR begitu tiba di Tanah Air.
Fahri Hamzah bicara lebih dulu. Dia menjelaskan soal keberangkatannya dan kolega-koleganya. Fahri ke Arab Saudi bukan atas undangan kerajaan, melainkan menjalankan tugas sebagai Ketua Tim Pengawas Haji. Sedangkan Novanto, Fadli Zon, Nurhayati, dan Jazuli ke Arab Saudi dan berhaji atas undangan Kerajaan Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena diundang Raja, Fahri menjelaskan, maka rombongan DPR mendapat fasilitas dari kerajaan. Di antaranya tinggal di rumah Raja. "Jangan ada pihak yang besar-besarkan seolah ini gratifikasi. Ini fungsi politik setiap pejabat dan pimpinan negara. Diplomatik, saling mengunjungi, itulah yang terjadi dengan Pak Ketua," ulas Fahri.
Novanto lalu diberi giliran bicara. Dia menjelaskan soal undangan yang diterimanya dari Kerajaan Saudi. Undangan itu diterima sekitar 6 bulan lalu dan untuk 6 orang.
"Kami diundang Saudi Arabia dengan surat resmi juga, enam bulan sebelumnya, diundang 6 orang. (Yang berangkat) saya dan istri, Fadli dan istri, Pak Jazuli, dan Bu Nurhayati," papar Novanto.
Selain undangan ke Arab Saudi, Novanto menjelaskan ada pula undangan khusus dari Raja Salman. Undangan itu disampaikan setelah dia berada di Arab. Raja Salman mengundang Novanto untuk bertemu, bersama pejabat dari negara-negara sahabat Saudi lainnya.
"Saya memang diundang oleh kerajaan, tiga hari sebelumnya dan protokol ngecek untuk para VIP terbatas, karena hanya beberapa kepala negara, Presiden Maldives dan presiden lain, dan ketua parlemen lain, di antaranya Irak," tutur Novanto.
Fadli Zon yang bicara setelahnya mengatakan undangan dari Arab Saudi diterima setiap tahun oleh DPR Indonesia. Undangan berhaji itu rutin tahunan, sehingga Fadli meminta tak dipolemikkan.
"Intinya adalah undangan dari Raja hampir setiap tahun," ujar Fadli. (tor/erd)











































