"8 dari 20 gerbong sudah dievakuasi, proses evakuasi masih berlangsung ini," kata Manager Coorporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara, Rapino Situmorang kepada detikcom, Rabu (30/9/2015).
Dijelaskan Rapino, ada 7 dari 20 gerbong yang mengalami anjlok. Dari 7 gerbong tersebut, terdapat 17 as penyambung roda saat anjlok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rapino, roda kereta api tersebut keluar dari rel perlintasan sekitar 10 centimeter. Kereta api tersebut keluar jalur sebelah kiri dalam perjalanan Medan - Rantau Prapat.
"Prediksi kita, proses evakuasi selesai hari ini," tutur Rapino.
Untuk jadwal keberangkatan, kata Rapino, ada kemungkinan 9 jadwal keberangkatan batal. Yakni tujuan Medan - Tebing Tinggi, Medan - Siantar, Medan - Tanjung Balai, Medan - Rantau Prapat, dan sebaliknya.
"Untuk jadwal keberangkatan penumpang yang batal, tiketnya kita kembalikan 100 persen," tutup Rapino.
Kereta api yang membawa 20 gerbong itu mengalami anjlok pada pukul 04.40 WIB di perlintasan rel Kilometer 31, Lubuk Pakam, Deliserdang. Penyebab kereta api anjlok masih diselidiki. (try/try)










































