"Lima hari terakhir ini kita menilai cuaca sangat ekstrem dikepung kabut asap," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Ibnu Hasan kepada detikcom, Rabu (30/9/2015).
Ibnu menjelaskan, sejak Senin (29/9/2015) tak ada satu pesawat yang bisa mendarat di Pekanbaru. Jarak pandang sangat terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibnu menambahkan, jadwal penerbangan pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB sudah dibatalkan. "Karena tak ada pesawat yang bisa mendarat," tutur Ibnu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan jumlah titik api (hotspot) di Sumatera dan Kalimantan menurun. Meski demikian, kabut asap masih tetap mengkhawatirkan.
(cha/nwy)











































