Korban Tewas Jadi 125 Orang

Peledakan Bom di Irak

Korban Tewas Jadi 125 Orang

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 06:07 WIB
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat peledakan bom bunuh diri tengah kerumunan pelamar kerja yang sedang menjalani tes fisik di sebuah klinik di kota Hilla sebelah selatan Baghdad bertambah. Korban tewas dilaporkan mencapai 125 orang dan 130 lainnya terluka.Data korban adalah berdasarkan keterangan pejabat kesehatan Hilla yang dikutip kantor berita Reuters, Selasa (1/3/2005). Sementara pasukan Koalisi pimpinan Amerika Serikat mengkonfirmasi jumlah korban tewas 110 orang.Angka berbeda disebutkan Mayjen Osman Ali, Komandan Tentara Nasional Irak di Hilla. Dikutip kantor berita The Associated Press, Osman menyatakan korban tewas 115 orang dan luka-luka 132 orang.Dia Mohammed, Kepala Rumah Sakit Hilla, menyatakan sebagian besar korban sedang menunggu untuk menjalani tes fisik sebagai bagian dari proses seleksi untuk menjadi anggota polisi Irak dan keamanan nasional.Dilaporkan AP, dampak serangan bom bunuh diri di Hilla, sekitar 96 kilometer sebelah selatan Baghdad, ini dilaporkan sangat mengerikan. Mayat-mayat bergelimpangan, dan potongan-potongan tubuh berceceran di jalan di depan klinik.Pejabat dari kepolisian Provinsi Babil menyebutkan sejumlah orang telah ditangkap karena terkait serangan bom ini. Mereka diduga anggota kelompok pemberontak telah berulangkali menjadikan acara perekrutan anggota keamanan Irak sebagai sasaran serangan.Aksi peledakan dengan menggunakan bom mobil ini merupakan serangan tunggal yang paling mematikan dalam dua tahun konflik pasca jatuhnya Saddam Hussein.Serangan mematikan sebelumnya terjadi di luar masjid di Najaf pada 29 Agustus 2003. Peledakan berupa bom mobil ini menewaskan 85 orang, termasuk pemimpin Syiah Ayatollah Mohammed Baqir al-Hakim. Pada 2 Maret 2004 setidaknya 181 orang tewas dan 573 lainnya terluka dalam serangkaian peledakan bom di tempat keramat Muslim Syiah di Baghdad dan Karbala. Jumlah korban tewas tersebut gabungan dari bom bunuh diri, mortar, dan bom yang ditanam. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads