Asap Kebakaran Hutan Sampai ke Malaysia dan Singapura, Ini Langkah Pemerintah

Asap Kebakaran Hutan Sampai ke Malaysia dan Singapura, Ini Langkah Pemerintah

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 14:36 WIB
Asap Kebakaran Hutan Sampai ke Malaysia dan Singapura, Ini Langkah Pemerintah
Foto: Istimewa/AFP
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap dampak kebaran tersebut mengarah ke negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Apa upaya dari pemerintah agar asap tak mengganggu negara tersebut?

Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemerintah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menanggulangi masalah kebakaran hutan dan kabut asap yang terjadi, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo agar masalah tersebut segera diselesaikan.

"Personel yang dikerahkan ada 22.146 personel. Baik personel TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Lapan, BMKG dan sebagainya," jelas Sutopo Purwo Nugroho saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya terus melakukan penanganan dan sebaran kekuatan disesuaikan dengan tingkat ancaman yang ada. Dengan melihat sebaran yang ada, Riau dalam seminggu ini nyaris tidak ada hotspot, tidak terdeteksi oleh satelit," sambungnya.

Sementara itu, lanjut Sutopo, kabut asap masih terjadi di wilayah selatan Indonesia, yakni dari Sumatera Selatan dan Jambi. Asap dari sinilah yang kemudian terbawa angin hingga ke Malaysia dan Singapura. Untuk itu, fokus penanggulangan akan dilakukan di wilayah tersebut.

"Tapi karena asap tadi berasal dari wilayah selatan, khususnya dari Sumsel dan sebagian perbatasan dengan Jambi mengarah ke timur laut, bahkan ke utara sampai berbelok menutup Malaysia dan Singapur, maka sumber penyuplai asap tadi harus segara dipadamkan. Dalam hal ini personel TNI yang kita libatkan total ada 3.703 dari pusat untuk lakukan penanganan. Kemudian kepolisian pusat 770, baik dari Brimob maupun penyidik," jelas Sutopo.

"Mereka akan kita berlakukan mobilisasi sesuai dengan tingkat ancamannya. Kapan itu, berdasarkan predikisi BMKG dan update el nino yang ada bahwa ancaman sampai akhir November, bahkan beberapa institusi ternama dalam memprediksi iklim mengatakan, bisa sampai pertengahan Desember," tambah Sutopo. (jor/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads