Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemerintah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menanggulangi masalah kebakaran hutan dan kabut asap yang terjadi, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo agar masalah tersebut segera diselesaikan.
"Personel yang dikerahkan ada 22.146 personel. Baik personel TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Lapan, BMKG dan sebagainya," jelas Sutopo Purwo Nugroho saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lanjut Sutopo, kabut asap masih terjadi di wilayah selatan Indonesia, yakni dari Sumatera Selatan dan Jambi. Asap dari sinilah yang kemudian terbawa angin hingga ke Malaysia dan Singapura. Untuk itu, fokus penanggulangan akan dilakukan di wilayah tersebut.
"Tapi karena asap tadi berasal dari wilayah selatan, khususnya dari Sumsel dan sebagian perbatasan dengan Jambi mengarah ke timur laut, bahkan ke utara sampai berbelok menutup Malaysia dan Singapur, maka sumber penyuplai asap tadi harus segara dipadamkan. Dalam hal ini personel TNI yang kita libatkan total ada 3.703 dari pusat untuk lakukan penanganan. Kemudian kepolisian pusat 770, baik dari Brimob maupun penyidik," jelas Sutopo.
"Mereka akan kita berlakukan mobilisasi sesuai dengan tingkat ancamannya. Kapan itu, berdasarkan predikisi BMKG dan update el nino yang ada bahwa ancaman sampai akhir November, bahkan beberapa institusi ternama dalam memprediksi iklim mengatakan, bisa sampai pertengahan Desember," tambah Sutopo. (jor/hri)











































