"Orang masuk ke DPR itu bisa terobos. Dari sana membawa ransel, koper, orang bisa langsung masuk ke atas. Kalau terjadi sesuatu di dalam ransel, ada bom, itu yang membahayakan," kata Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada, (ancaman) di mana-mana negara pun bahaya. Kalau ada bom dekat AC karena sensitif lalu bisa meledak. Memang sudah waktunya untuk dievaluasi karena gedung ini sudah didesain ketika anggota dewan sekitar 100-an orang," papar politikus Golkar ini.
Selain itu, Baleg juga khawatir tentang keamanan instalasi pendingin ruangan (AC) di kompleks parlemen. Instalasi yang bersifat sentral dianggap bahaya bila dimasuki zat-zat berbahaya.
"Instalasi AC itu sangat bahaya. Kalau sistem keamanannya tidak benar dan AC dimasukan racun, kita bisa mati bersama-sama," ujar Firman.
Dia pun meyakinkan bahwa aturan ini nantinya tidak akan mempersulit akses publik. Firman menuturkan bahwa Baleg hanya ingin menjamin keselamatan anggota DPR dan semua yang beraktifitas di parlemen.
"Kami tidak menutup akses publik untuk masuk ke DPR tapi semua harus kedepankan keselamatan. Jangan pula kita kedepankan publik masuk ke dalam tanpa kontrol kemudian kalian semua mati," ucapnya.
Sejumlah pimpinan dan anggota Baleg yaitu Sareh Wiyono, Firman Soebagyo, Totok Daryanto, Martin Hutabarat, dan Arwani Thomafi siang ini meninjau sejumlah titik di komplek parlemen mulai dari area parkir hingga dapur. Peninjauan ini sebagai bagian dari penyusunan aturan sistem keamanan terpadu.
(imk/erd)












































