Baleg DPR: Keamanan di Parlemen Ini Sudah Mengkhawatirkan

Baleg DPR: Keamanan di Parlemen Ini Sudah Mengkhawatirkan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 13:15 WIB
Baleg DPR: Keamanan di Parlemen Ini Sudah Mengkhawatirkan
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pimpinan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) hari ini meninjau sejumlah tempat di kompleks parlemen. Mereka ingin memastikan gedung tempat 560 wakil rakyat berkantor setiap harinya aman dari gangguan.

Tampak semua pimpinan Baleg ikut meninjau pengamanan di gedung DPR. Ada Ketua Baleg Sareh Wiyono beserta Wakil Ketua Firman Soebagyo dan Totok Daryanto juga anggota Baleg Martin Hutabarat dan Arwani Thomafi. Mereka didampingi perwakilan dari sekretariat DPR, DPD, MPR, juga Kepolisian RI.

"Ini sebagai bentuk peninjauan. Baleg punya tugas untuk menyusun peraturan sistem keamanan terpadu di parlemen. Tingkat keamanan di parlemen ini sudah mengkhawatirkan," kata Firman di sela-sela peninjauan, Rabu  (30/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pimpinan Baleg DPR saat meninjau pengamanan kompleks parlemen, Rabu (30/9/2015)


Politikus Golkar ini mengungkapkan bahwa selama ini DPR, DPD, dan MPR memiliki mekanisme pengamanan yang berbeda. Mekanisme ini yang ingin disatukan.

"Usulan dari Mabes Polri, sistem keamanan dibuat terpadu. Ini bukan menutup akses (ke parlemen), tapi meningkatkan keamanan," ucapnya.

Rombongan Baleg sempat meninjau hingga ke area parkir. Mobil-mobil yang bermalam hingga lokasi parkir juga jadi sorotan.

"Ini di Nusantara III adalah kantornya unsur-unsur pimpinan, seharusnya tidak ada mobil parkir di depan sini," ujar Firman saat meninjau.

Di Nusantara II, rombongan Baleg menyoroti area yang sangat terbuka. "Ini kalau di luar negeri pasti sudah dipagar," ucapnya.

Dapur di kafetaria yang terletak di Nusantara I pun termasuk dalam aspek keamanan yang diperhatikan. Penggunaan kompor gas di dapur tersebut harus dipastikan aman.

"Kan di bawah sini ada kompor gas, kan ada tabung gas beresiko tinggi begitu disemprot kan bahaya," ungkap Firman.

(imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads