Padahal kondisi asap sudah sangat parah di Pekanbaru pada Rabu (30/9/2015). Jarak pandang 100 meter dan level polusi udara tergolong berbahaya.
Libur sekolah yang begitu panjang mungkin membuat anak-anak jenuh berada di dalam rumah. Tak mungkin juga anak-anak terus-menerus terkukung di dalam rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Anak-anak seakan tak peduli dengan asap pekat. Mereka tampak riang gembira bermain di halaman terbuka. Dari level TK, SD, SMP sampai SMA bermain di tengah kabut asap.
Sejak pagi, mereka bermain di halaman rumahnya bersama teman-teman. Mereka bermain bola, petak umpet serta sepeda.
Mereka bermain dengan bebasnya tanpa mengenakan masker. Kegembiraan yang meraka rasakan seakan melupakan betapa bahayanya partikel debu dari kebakaran lahan yang terjadi di Sumatera.
"Tak bisa dilarang. Ya namanya anak-anak sudah kita kasih tahu jangan bermain di luar, ya tetap saja keluar," kata Mariani (45) seorang ibu rumah tangga warga Kecamatan Tampan Pekanbaru kepada detikcom. (cha/nwy)












































