"RPTRA waktu kita buka mesti bersih dari sampah, nggak mau. Saya minta jangan buang sampah saja susah. Alasannya tong sampah kurang, maunya itu seluruh taman penuh tong sampah. Berarti maunya seluruh lantai tong sampah gitu? Anak-anak ini mesti dididik," ujar Ahok saat memberi sambutan dalam 'Seminar Jakartaku Layak Anak' di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
Ahok memerintahkan kepada seluruh SKPD untuk ikut memikirkan RPTRA. Ia berencana membangun 54 RPTRA di seluruh penjuru Ibu Kota. Dengan begitu, kata Ahok, anak-anak di perkampungan memiliki tempat bermain dan berkumpul. Ahok juga meminta setiap ketua RT dan RW mengawasi anak-anak di wilayahnya dengan baik. "Nggak mungkin anak-anak main di jalan. Semua SKPD konsen pikirkan itu. Saya ingin RPTRA jadi tempat berkumpulnya keluarga," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kota layak anak seperti itu, harus keras. Kalau anak yang nakal nggak disiplin nggak boleh main," tutup Ahok.
Hadir pula dalam seminar tersebut, Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumawati mengatakan sebanyak 33 persen penduduk di Jakarta terdiri dari anak-anak. (aws/aan)











































