"Hari ini kita pulangkan ke Indonesia. (Korban) 27 orang, jam 13.00 WIB siang tiba di Indonesia," kata Kanit Human Trafficking Subdit III Bareskrim Polri AKBP Arie Darmanto saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9/2015).
Arie menjelaskan, para korban human trafficking selanjutnya akan dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Jakarta untuk mendapat penanganan lanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangkanya sudah di Bareskrim," ujarnya.
Sebelumnya Kabag Penum Polri Kombes Suharsono mengatakan, tiga tersangka itu ditangkap di Perum Radian, Jalan Tarumanegara Atas RT 013 RW 02 No. 40 C, Kelurahan Jati Rangon, Jati Sempurna, Bekasi, Minggu (27/9) lalu. Proses penangkapan dipimpin oleh Kasubdit Unit Trafficking In Person (TIP) Dittipidum, Kombes Umar S Fana.
"Penangkapan tersangka CC dan rekan-rekannya terkait dengan laporan TPPO korban inisial GL yang dikirim ke Kairo dan mengalami perkosaan," kata Suharsono.
"Pada Agustus lalu, dia mengalami dia melapor ke polisi di Kairo, merasa tidak ditanggapi oleh kepolisian di sana, kemudian melapor ke KBRI kita di sana, lalu dipulangkan ke Indonesia, dan melapor ke Bareskrim," sambungnya.
Pada penangkapan itu, lanjut Suharsono, polisi menemukan berbagai barang bukti seperti sekitar 50 paspor yang masih berlaku dan bekas, 1 bundel medical cek calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI), 1 bendel biodata TKI, 1 bendel kartu keluarga, 1 bendel pas foto CTKI, 1 bendel slip setoran Bank BCW dan penarikan Wastren Union, 1 bendel print out tiket pesawat tujuan Malaysia, Turki dan Abu Dhabi.
Moratorium buruh migran ke Timur Tengah rupanya menjadi celah para pelaku perdagangan manusia untuk mengirimkan para calon pekerja ke sana. Beragam cara ditempuh, salah satunya dengan memalsukan dokumen ketenagakerjaan para buruh migran, juga memetakan rute pemberangkatan.
Modus tersebut terkuak dalam pengungkapan praktik perdagangan orang oleh Subdit III Tindak Pidana Umum. Pengungkapan ini terkait laporan salah satu buruh migran yang bekerja di Kairo yang juga korban perkosaan.
"Jadi sejak moratorium dengan beberapa negara-negara Timur Tengah, jalur pemberangkatan TKI via Malaysia baru ke Timur Tengah," kata Kombes Umar Surya Fana. (idh/mok)











































