Ahok Pesan Kepala SKPD Berguru dengan Agun Gunanjar

ADVERTISEMENT

Ahok Pesan Kepala SKPD Berguru dengan Agun Gunanjar

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 10:26 WIB
Foto: Ayunda Savitri
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengumpulkan seluruh Kepala SKPD untuk mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan.. Ia meminta anak buahnya memetik ilmu dari politisi Golkar Agun Gunanjar.

"Saya bicara berkali-kali tentang bagaimana undang-undang dan peraturan tapi bapak ibu nggak percaya. Saya ajak Pak Agun sebagai guru saya di Komisi 2 (DPR RI)," ujar Ahok saat memberi sambutan di Ruang Pola Lantai 2 Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015). Agun Gunanjar kini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol dan menjadi anggota DPR. Agun dahulu mantan Ketua Komisi II DPR.

Ahok menyebut Agun sudah seperti menjadi gurunya. Ia bahkan mengagumi pikiran-pikiran Ketua Komisi 2 tersebut sewaktu masih duduk bersama di DPR. "Saya usahakan selalu duduk dekat dia. Beliau menyampaikan pikirannya, saya rekam. Jadi kalau beliau sedang ke MPR, saya bisa pelajari (rekamannya)," sebutnya.

"Saya juga satu partai di Fraksi Golkar. Saya menurut Kang Agun cukup rajin hadir (kalau ada rapat). Kita lahirkan banyak undang-undang untuk menjaga orang yang benar, orang yang nggak benar disingkirkan," kata Ahok.

Ahok mempersilakan para Kepala SKPD yang hadir untuk belajar banyak dari Agun Gunanjar yang menjadi gurunya selama ini. Ahok juga mengaku sangat akrab dengan Agun sehingga mereka juga bisa mempertanyakan kepribadian Ahok selama duduk di kursi dewan Senayan kala itu.

"Dengan guru, saya bisa lebih baik belajar. Saya nggak akan ikut di sini tenang saja. Beliau tahu benar sifat saya segala macam. Saya ini sering bareng sama dia kemana-mana. Apa betul gubernur ini orang jujur juga bisa ditanya," lanjutnya.

"Beliau paham sekali. Dulu harusnya jadi ketua fraksi nggak boleh tapi akhirnya kepilih. Saya nggak promosiin Golkar, saya sudah non partai. Saya cuma nggak cocok sama beliau satu saja, rokok dan kopinya saja nggak tahan. Di Komisi 2, saya nggak berani larang rokok tapi kalau di sini berani," kata Ahok sambil tertawa.

Sebelum Ahok mengakhiri sambutannya, dia pun berpesan ingin agar-agar guru di sekolah Ibu Kota bisa diambil dari non PNS atau dari BLUD sehingga kualitas belajar mengajar bisa lebih terjaga dengan baik. "Kita ingin jadikan sekolah BLUD, sehingga guru-guru bisa dapatkan yang terbaik," pungkasnya. (aws/aan)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT