Para Menteri Ekonomi Tinjau Stok BBM di Depot Plumpang
Selasa, 01 Mar 2005 01:32 WIB
Jakarta - Untuk mengawasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) jajaran menteri ekonomi melakukan inspeksi mendadak ke Unit Perbekalan dan Pemasaran Dalam Negeri (UPPDN) III Pertamina, Stasiun Tanjung Priok, Depot Plumpang, Jakarta.Rombongan yang dipimpin Menko Perekonomian Aburizal Bakrie ini melakukan peninjauan usai melakukan pengumuman kenaikan BBM di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dan tiba di Depot Plumpang sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (1/3/2005).Ikut dalam rombongan ini Meneg BUMN Sugiharto, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Meneg PPN Sri Mulyani, disertai Dirut Pertamina Widya Purnama dan Direktur Pemasaran dan Tata Niaga Pertamina Ari Sumarno.Rombongan kemudian disambut General Manager Unit Pemasaran III Pertamina Putra Candra Kelana dan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar.Menurut Meneg BUMN Sugiharto, sidak ini untuk memastikan pasokan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) cukup. Sugiharto juga mengaku gembira karena tidak tidak ada antrean panjang menjelang kenaikan harga BBM."Tidak adanya antrean panjang membuktikan masyarakat sudah realistis untuk menghindari hal-hal yang merugikan. Sudah dari jam sembilan malam kita pantau SPBU-SPBU. Bahkan Kapolri juga mengatakan seluruh SPBU di Indonesia aman," katanya.Sementara Candra Kelana menjelaskan untuk Senin (28/2/2005) kemarin terjadi kenaikan permintaan BBM sebesar 39 persen. Depot Plumpang memiliki stok delapan hari untuk bensin, dan enam hari stok minyak tanah, untuk daerah DKI Jakarta dan Jabar dan Banten. Ini dengan toleransi kemampuan pasokan 10 persen."Minyak tanah sudah kita pantau setiap hari. Kalau premium tidak bisa kita batasi pembeliannya. Untuk premium selama bulan Februari ini ada kenaikan 11 persen. Sedang pertamax hanya tujuh persen," jelasnya.Candra juga menambahkan, SPBU yang melakukan penimbunan atau tutup cepat resikonya akan menghadapi kemarahan masyarakat. Seperti yang terjadi lalu. "50 orang sudah saya sebar untuk memantau di lapangan dibantu Polda," demikian Canda Kelana.
(gtp/)











































