Reruntuhan Candi di Semarang Diperkirakan Berasal dari Era Mataram Kuno

Reruntuhan Candi di Semarang Diperkirakan Berasal dari Era Mataram Kuno

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 30 Sep 2015 08:36 WIB
Reruntuhan Candi di Semarang Diperkirakan Berasal dari Era Mataram Kuno
Foto: Angling/detikcom
Jakarta - Reruntuhan situs kuno yang dieskavasi tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) diperkirakan merupakan candi Hindu yang dibangun antara abad 8 hingga 10 atau masa kerajaan Mataram Kuno.

Koordinator Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Agustrijanto mengatakan indikasi sementara yang memperlihatkan candi tersebut berasal dari jaman kerajaan Mataram Kuno yaitu beberapa profil candi antara lain pelipit dan bangunan setengah lingkaran yang menjadi ciri Candi di Jawa Tengah.

"Sementara ini diduga dari zaman Mataram Kuno pada abad 8 sampai 10. Indikasinya dari profil-profil yang biasa ada di Candi Jateng," kata Agustrijanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunannya diperkirakan ketika Hindu masuk ke Jawa Tengah lewat jalur Pantura yaitu Semarang-Kendal. Selain itu kabar terkait ditemukannya arca Ganesha di lokasi tersebut juga bisa menjadi indikasi usia candi. Namun arca tersebut kini sedang ditelusuri dan diinformasikan sudah berada di museum Ronggowarsito.

"Artefaknya kita lacak, katanya di museum, Ganeshanya," tandasnya.

Dugaan sementara, lanjut Agustijanto, candi tersebut dibangun ketika Hindu masuk ke Jawa Tengah lewat jalur Pantura yaitu Semarang-Kendal. Candi-candi Hindu biasanya juga dilengkapi bangunan Lingga Yoni.

Diketahui situs kuno yang berada di kebun milik warga bernama Sutopo itu sudah diketahui keberadaannya sejak tahun 1976, namun tindak lanjut berupa eskavasi baru dilakukan Jumat (25/9) lalu. Eskavasi dihentikan hari Selasa (29/9) kemarin dan tim arkeolog membawa sampel batu ke ITB untuk diteliti.

"Akan kita analisi di ITB tentang komposisi unsurnya. Kemudian kita buat hasil penelitiannya," tandas Agustrijanto. (alg/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini