Kota Banda Aceh akan Dibagi dalam Sembilan Zonasi

Kota Banda Aceh akan Dibagi dalam Sembilan Zonasi

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 01:25 WIB
Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh berencana membagi Banda Aceh dalam sembilan zonasi. Di antaranya zona pantai, perikanan/tambak, taman kota, land mark, pemungkiman baru, pendidikan, pertanian, pemukiman nelayan dan pemukiman perkotaan. Peta zonasi ini diharapkan rampung pada 26 maret mendatang."Zona yang paling berat, zona satu dan dua, pantai dan perikanan, tambak yang luasnya mencapai 440 Hektar. Untuk pembangunan kesembilan zona ini akan menghabiskan dana sekitar Rp1,2 triliun," jelas Pj Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin.Mawardy, kepada wartawan di sela-sela penyerahan rumah sakit lapangan oleh pasukan Bela Diri Jepang kepada Pemkot Banda Aceh, Senin (28/2/2005), menyatakan rencana ini sewaktu-waktubisa berubah sesuai dengan masukan yang akan kita terima dari masyarakat. Pemkot Banda Aceh, menurut Mawardy, tidak akan memaksa masyarakat untuk menerima zonasi yang telah mulai disosialisasikan ini.Kelak, zona pantai, perikanan dan taman kota yang akan merupakan buffer zone akan disesuaikan dengan kondisi alam pantai dan perumahan penduduk. Untuk pantai yang landai, buffer terdiri dari tanaman mangrove, tambak dan taman kota. Sedangkan untuk pantai yang terjal, buffer dapat berupa kombinasi tanggul dan mangrove.Menyinggung soal pembebasan tanah warga, Mawardi menegaskan, akan dibahas lebih detail dengan Badan Pertanahan Nasional sesuai dengan prinsip hak perdata. Dengan tetap menghormati kepemilikan tanah penduduk.Sebagian kawasan yang akan dibebaskan, direncanakan, di kawasan Ulee Lheu. "Penduduk yang bukan nelayan dan bertempat di zona pantai dan perikanan diharapkan bersedia direlokasikan ke ke zona pemukiman baru agar buffer zone dapat dibangun dengan baik. Kalau tidak bersedia maka akan kelompokkan dalam beberapa kawasan melalui pendekatan land consolidation," jelasnya.Mawardy menambahkan, sebagian kota di kawasan zona perikanan/tambak direncanakan akan dijadikan Pusat Penelitian Tsunami Park. Pasalnya, selain akan dijadikan pusat penelitian, Pemkot Banda Aceh menilai langkah potensial untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai objek wisata. "Selain dapat mendorong ekonomi juga menambah kesempatan kerja bagi masyarakat kota," demikian Mawardy Nurdin. (gtp/)


Berita Terkait