Lahan yang sudah terlanjur hangus nantinya akan dikelola pemerintah. Selain itu pemerintah juga tengah menggodok disinsentif kepada pemilik yang lahannya hangus antara lain adalah tak boleh ditanami selama lima tahun, tak boleh diagunkan ke bank, tak boleh dipindahtangankan, dan lain sebagainya.
"(Akan ditanami) Gaharu. Bayangkan, gaharu yang mahal itu bisa loh tumbuh di gambut yang ada di Kalimantan. Penelitian tentang itu sudah banyak dilakukan dan akan terus dikembangkan," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaharu sendiri sebetulnya berasal dari tanaman yang merespons masuknya mikroba pada jaringan yang terkelupas. Tentunya tanaman itu harus dalam kondisi sehat karena apabila mikroba menang melawan sistem pertahanan tumbuhan, maka gaharu tak akan terbentuk dan justru tanaman jadi busuk.
Melihat dari proses pembentukan gaharu yang perlu waktu, tentu saja ke depannya tak ada toleransi lagi bagi perusak hutan. Siti kemudian menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo telah berikan instruksi untuk pembuatan kanal guna mengairi hutan gambut sepanjang tahun.
"Pengeringan sama sekali enggak boleh, yang sekarang dilakukan bukannya pengeringan tetapi masukin air supaya apinya mati. Instruksi Presiden sudah betul. Persoalannya sekarang adalah setelah api mati berarti kanalnya diblok supaya gambut enggak kering. Jadi pengawasan di lapangan harus diperkuat," tutur Siti.
Lahan yang terbakar saat ini kebanyakan adalah lahan gambut dan diduga bertujuan untuk nantinya ditanami sawit. Tetapi kemudian Siti mengungkapkan bahwa yang terbakar saat ini bukan hanya lahan milik perusahaan sawit saja, tetapi ada yang lain juga.
"Akasia banyak terbakar, karet juga ada. Itu kayaknya kebun-kebun itu. Karet, akasia, sawit yang saya tahu," sebut Siti. (bag/dhn)











































