Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kemlu Lalu Muhammad Iqbal, saat ini pihak tim forensik Arab Saudi telah
memberikan lampu hijau agar KJRI Jeddah bisa mengakses data-data tersebut. Dengan diberikannya akses, diharapkan verifikasi data dan identifikasi terhadap WNI yang jadi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim KJRI Jeddah telah melakukan pendekatan kepada tim forensik Arab Saudi. Dan Arab Saudi telah memberikan lampu hijau kepada tim KJRI Jeddah untuk mengakses data-data
jenazah korban tragedi Mina," ujarย Lalu M Iqbal kepada detikcom, Selasa (29/9/2015).
"Diharapkan setelah pemberian akses tersebut, panitia haji dapat segera merilis data yang lebih komprehensif mengenai WNI yang menjadi korban insiden Mina, khususnya data
WNI yang meninggal," lanjutnya.
Pendekatan tim KJRI Jeddah kepada tim forensik Arab Saudi dilakukan sejak pagi tadi. Sebagaimana diketahui, seluruh jenazah yang diangkut dari Mina setibanya di rumah sakit langsung dilakukan pengambilan gambar, pencatatan tanda-tanda fisik, pengambilan sidik jari dan penomeran.
"Data-data tersebut disimpan dan dijadikan rujukan bagi tim forensik Arab Saudi untuk melakukan identifikasi," jelasnya.
Iqbal menambahkan bahwa meski Menlu Retno LP Marsudi sedang berada di New York, Amerika Serikat, namun Menlu tetap memantau perkembangan tragedi
Mina lewat KJRI Jeddah.
"Bu Retno terus memantau perkembangan dari New York walau beliau sedang mengikuti sidang umum PBB," tuturnya.
Hingga kini korban tewas tragedi Mina dari Indonesia berjumlah 46 orang. Sedangkan jemaah yang masih hilang 82 orang. (yds/nrl)











































